Berita
Soal Teguran Jokowi ke Menteri, Istana: Agar Kerja Lebih Keras
AKTUALITAS.ID – Tenaga Ahli Kedeputian Kantor Staf Presiden Donny Gahral Adian menyatakan, teguran Presiden Joko Widodo kepada jajaran menteri merupakan bentuk peringatan agar para pembantunya bekerja lebih keras dalam menangani pandemi Covid-19. Jokowi kembali menegur para menteri akibat realisasi anggaran untuk penanganan Covid-19 yang masih rendah, pada rapat Senin (3/8). Bahkan ada kementerian/lembaga yang belum […]
AKTUALITAS.ID – Tenaga Ahli Kedeputian Kantor Staf Presiden Donny Gahral Adian menyatakan, teguran Presiden Joko Widodo kepada jajaran menteri merupakan bentuk peringatan agar para pembantunya bekerja lebih keras dalam menangani pandemi Covid-19.
Jokowi kembali menegur para menteri akibat realisasi anggaran untuk penanganan Covid-19 yang masih rendah, pada rapat Senin (3/8). Bahkan ada kementerian/lembaga yang belum memiliki Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) penanganan Covid-19.
“Itu teguran agar kerja lebih keras lagi, karena ini pandemi, krisis. Jadi presiden terus ingatkan supaya menteri bisa bekerja lebih keras lagi,” ujar Donny saat dihubungi, Selasa (4/8/2020).
Donny menilai jajaran menteri selama ini telah berupaya menangani pandemi Covid-19. Namun ia tak menampik para menteri kerap terkendala birokrasi sehingga membuat pekerjaan menjadi terhambat.
Misalnya, Kementerian Kesehatan yang pernah disindir Jokowi lantaran realisasi anggarannya masih rendah. Setelah ditelusuri ternyata rendahnya penyerapan anggaran terjadi karena keterlambatan klaim baik insentif tenaga kesehatan dan biaya perawatan.
“Semua pasti sedang bekerja mengatasi krisis ini tapi mungkin memang ada yang perlu diterabas dengan kebijakan out of the box,” katanya.
Di sisi lain, Donny menilai teguran yang berulang kali disampaikan itu tak lantas membuat Jokowi langsung melakukan perombakan kabinet atau reshuffle pada jajaran menteri. Menurutnya, teguran itu tak lebih dari bentuk evaluasi dari pimpinan kepada bawahan.
“Belum bisa diartikan reshuffle. Itu biasa kan evaluasi dari pimpinan, arahan, peringatan agar kerja lebih keras lagi,” ucap Donny.
Meski demikian, ia tak membantah kemungkinan Jokowi melakukan reshuffle. Hanya saja hal itu sepenuhnya menjadi hak prerogatif Jokowi.
“Yang tahu hanya pak presiden. Kita hanya bisa menebak, belum bisa memastikan,” tuturnya.
Jokowi beberapa hari lalu kembali menegur para menteri dalam menangani pandemi Covid-19. Ia menilai masih ada kementerian/lembaga yang tak memiliki aura krisis dalam menangani virus tersebut.
Bahkan, menurutnya, beberapa kementerian/lembaga itu tidak memahami prioritas yang harus dikerjakan saat ini.
“Di kementerian, di lembaga, aura krisisnya betul-betul belum, masih kejebak pada pekerjaan harian. Enggak tahu prioritas yang harus dikerjakan,” katanya.
Teguran Jokowi juga pernah disampaikan pada pertengahan Juni lalu dengan ungkapan kemarahan bernada tinggi.
Ia menyentil penyerapan anggaran kementerian yang masih rendah. Mantan gubernur DKI Jakarta itu juga mengancam akan melakukan reshuffle kepada menteri yang kinerjanya tak memenuhi ekspektasi.
-
FOTO09/07/2026 23:00 WIBFOTO: FGD Bawaslu Bahas Fungsi Pengawasan Pemilu
-
NASIONAL09/07/2026 18:00 WIBKekayaan Jampidsus Febrie Adriansyah Tercatat Rp18,26 Miliar, Ini Rinciannya
-
POLITIK09/07/2026 19:00 WIB2029 Dinasti Jokowi akan Berakhir, Cawe-cawe Cuma Mimpi
-
NASIONAL10/07/2026 00:00 WIBBupati Sukoharjo Diduga Kena OTT
-
NASIONAL09/07/2026 21:00 WIBRekam Jejak Febrie Adriansyah, dari Jaksa Sungai Penuh hingga Pimpin Jampidsus
-
NASIONAL09/07/2026 17:00 WIBRieke: Kasus Herawati Jadi Tolok Ukur Penegakan UU PPRT dan Perlindungan HAM
-
NASIONAL09/07/2026 21:30 WIBKementerian Kebudayaan Mulai Program Film Kepahlawanan, Fokus Angkat Sejarah 1945–1950
-
EKBIS09/07/2026 22:30 WIBPemerintah Luncurkan SRUK, Pasar Karbon RI Dibuka untuk Investor Asing dengan Potensi Dana Puluhan Miliar Dolar