Berita
Usai PDB-nya Anjlok 20%, Pengangguran Inggris Bakal Naik Jadi 7,5%
AKTUALITAS.ID – Selama kuartal II-2020, Office for National Statistics (ONS) atau Kantor Statistik Inggris mencatat Produk Domestik Bruto (PDB) telah anjlok hampir 20% atau tepatnya di 19,8% dibandingkan kuartal sebelumnya. Angka adalah penurunan terbesar dalam sejarah yang pernah dicatat ONS sejak tahun 1955. Data historis lainnya juga menyebut Inggris berada di jalur penurunan ekonomi tahunan […]
AKTUALITAS.ID – Selama kuartal II-2020, Office for National Statistics (ONS) atau Kantor Statistik Inggris mencatat Produk Domestik Bruto (PDB) telah anjlok hampir 20% atau tepatnya di 19,8% dibandingkan kuartal sebelumnya. Angka adalah penurunan terbesar dalam sejarah yang pernah dicatat ONS sejak tahun 1955. Data historis lainnya juga menyebut Inggris berada di jalur penurunan ekonomi tahunan terbesar sejak tahun 1920-an.
Dibandingkan dengan tahun 2019,PDB Inggris di kuartal-II 2020 minus 21,5%. Hal ini juga menunjukkan perekonomian Inggris jatuh lebih dalam dibandingkan 6 negara lainnya dengan perekonomian terbesar di dunia yakni Amerika Serikat (AS), Jepang, Italia, Jerman, Prancis, dan Kanada. Kontraksi PDB kuartal II-2020 secara year on year (yoy) sama dengan Spanyol, sementara Prancis terkontraksi 19,05%.
Dilansir dari Reuters, Rabu (30/9/2020), Gubernur Bank of England Andrew Bailey mewanti-wanti kondisi ini bisa menyebabkan tingkat pengangguran bisa melonjak hingga 7,5% di akhir 2020.
Di kuartal II-2020, rumah tangga menyimpan 29,1% dari total pendapatan mereka karena tak bisa bepergian ke mal atau makan di restoran. Angka itu jauh lebih tinggi 9,6% daripada uang yang mereka simpan selama kuartal I-2020. Sementara pendapatan masyarakat didukung oleh program kerja pemerintah yang akan berakhir bulan depan. Hal ini juga dipastikan akan meningkatkan jumlah pengangguran yang cukup signifikan.
Defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) Inggris yang biasanya sangat lebar, kini menyusut tajam. CAD Inggris hanya sebesar £ 2,8 miliar atau sekitar Rp 53 triliun (kurs Rp 19.203), atau hanya 0,6% dari PDB, atau yang terkecil dalam 9 tahun terakhir. Namun, hal ini bukanlah menunjukkan kondisi baik, tapi terjadi kemerosotan perdagangan global akibat pandemi.
Saat ini, Inggris menjadi negara dengan tingkat kematian akibat COVID-19 yang tertinggi di Eropa, yakni mencapai lebih dari 42.000 kasus.
-
JABODETABEK10/10/2026 05:30 WIBBMKG Prediksi Jakarta Diguyur Hujan Sore hingga Mal
-
OASE10/10/2026 05:00 WIBPasir Hitam di Al-Qur’an Ada di Ayat Ini
-
POLITIK10/10/2026 13:00 WIBDenny Indrayana Tantang Prabowo Buka Suara soal Putusan MK dan Ijazah Gibran
-
NASIONAL09/10/2026 22:00 WIBTiga Orang Tewas dalam Kontak Tembak TNI dan OPM di Maybrat
-
POLITIK10/10/2026 11:00 WIBBobby: Sekalian Saja Permasalahkan Sarjananya Gibran
-
NUSANTARA09/10/2026 23:00 WIBBadan Geologi: 405 Kecamatan Masuk Peta Potensi Banjir Bandang
-
POLITIK10/10/2026 07:00 WIBPDIP Dukung Pansus Ijazah Gibran
-
DUNIA09/10/2026 21:00 WIBPesawat di Riyadh Rusak Parah Usai Dirudal Houthi
















