Berita
Pemerintah Optimis Bisa Perbaiki Industri Dalam Negeri
AKTUALITAS.ID – Pertumbuhan industri pengolahan yang pada triwulan ketiga tahun ini berhasil tumbuh positif 5,68% dibanding triwulan kedua membuat pemerintah optimis memperbaiki kondisi ekonomi. Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan, secara tahunan (y-on-y) sektor manufaktur masih terkontraksi 4,02%, namun lebih baik jika dibandingkan triwulan II-2020 yang terkontraksi 5,74%. “Industri pengolahan menunjukkan recovery dan rebound pada […]
AKTUALITAS.ID – Pertumbuhan industri pengolahan yang pada triwulan ketiga tahun ini berhasil tumbuh positif 5,68% dibanding triwulan kedua membuat pemerintah optimis memperbaiki kondisi ekonomi.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan, secara tahunan (y-on-y) sektor manufaktur masih terkontraksi 4,02%, namun lebih baik jika dibandingkan triwulan II-2020 yang terkontraksi 5,74%.
“Industri pengolahan menunjukkan recovery dan rebound pada triwulan III-2020 dibandingkan triwulan sebelumnya. Kalau dibandingkan per triwulan, hampir seluruh sektor Industri mengalami pertumbuhan positif,” ujar Agus seperti dikuti dari RMOL.id Jumat (6/11/2020).
Politisi Partai Golkar ini menyebutkan sektor yang tumbuh positif di kuartal ketiga antara lain industri alat angkutan (17,48%), industri logam dasar (10,73%), industri barang logam; komputer, barang elektronik, optik; dan peralatan listrik (8,11%).
Selain itu, Agus juga mengatakan industri karet serta barang dari karet dan plastik juga tumbuh positif (7,52%), industri kimia, farmasi dan obat tradisional (5,69%).
Kemudian, kinerja industri alat angkutan juga melaju cepat yang terlihat dari indikator penjualan mobil secara wholesale (penjualan sampai tingkat dealer) pada triwulan III-2020 mencapai 111.114 unit atau naik sebesar 362,17% (q-to-q).
Sedangkan, penjualan sepeda motor secara wholesale pada triwulan III-2020 mencapai 911.865 unit atau naik sebesar 190,75% (q-to-q).
Adapun industri kimia, farmasi dan obat tradisional tumbuh paling tinggi hingga 14,96%, karena didukung oleh peningkatan produksi obat-obatan, multivitamin dan suplemen untuk memenuhi kebutuhan penanganan Covid-19.
Sementara itu, industri pengolahan masih konsisten memberikan kontribusi paling besar pada struktur produk domestik bruto (PDB) nasional sepanjang triwulan III tahun 2020 dengan mencapai 19,86%.
Dari data-data tersebut, Agus meyakini pertumbuhan industri domestik bisa meningkat kembali pada kuartal keempat nanti, dan bisa mulai mengalami perbaikan pada tahun 2021.
“Optimisme recovery yang lebih cepat di sektor industri pengolahan seiring dengan semakin disiplinnya masyarakat dalam upaya pencegahan virus Covid-19, yang terlihat juga dari jumlah kasus aktif yang terus menurun,” papar Agus.
-
POLITIK24/05/2026 14:00 WIBGerindra: Prabowo Utamakan Persatuan di Atas Rivalitas Politik
-
JABODETABEK24/05/2026 13:30 WIBWanita Diikat dan Dibuang Usai Mobil Dirampas Teman Kencan
-
NASIONAL24/05/2026 13:00 WIBDPR Desak PLN Bertanggung Jawab Usai Blackout Sumatra
-
FOTO25/05/2026 05:28 WIBFOTO: Majelis Dakwah Islamiyah Gelar Syukuran di Milad ke-48
-
NASIONAL24/05/2026 16:00 WIBGus Ipul Ungkap 3 Mandat Prabowo agar Bansos Tepat Sasaran
-
DUNIA24/05/2026 18:02 WIBMalaysia Perketat Platform Digital, Anak di Bawah 16 Tahun Dibatasi Punya Akun
-
NUSANTARA24/05/2026 14:39 WIBKakek 72 Tahun Diadili Gara-Gara Curi Getah Karet untuk Beli Beras
-
DUNIA24/05/2026 15:00 WIBUEA Waspadai Konflik Baru AS–Iran di Jalur Hormuz