Berita
Kapolda Sulsel: 20 Terduga Teroris JAD Diciduk di Makassar, 2 Tewas Ditembak
AKTUALITAS.ID – Kapolda Sulsel Irjen Polisi Merdysam mengungkapkan 20 orang terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) diamankan oleh tim Densus 88/Antiteror Polri, Rabu (6/1/2021) pagi. Dua orang di antaranya meninggal. Puluhan orang ini diamankan dari dua rumah yakni No 1 dan No 24 di kompleks Villa Mutiara Biru 11, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanayya, Makassar. […]
AKTUALITAS.ID – Kapolda Sulsel Irjen Polisi Merdysam mengungkapkan 20 orang terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) diamankan oleh tim Densus 88/Antiteror Polri, Rabu (6/1/2021) pagi. Dua orang di antaranya meninggal.
Puluhan orang ini diamankan dari dua rumah yakni No 1 dan No 24 di kompleks Villa Mutiara Biru 11, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanayya, Makassar.
“Hari ini telah dilakukan penangkapan oleh tim Densus 88 terhadap jaringan teroris di kompleks villa mutiara biru. Ada 20 orang yang dua di antaranya lakukan perlawanan, meninggal dunia berinisial MR dan SA yakni mertua dan menantu,” kata Merdysam didampingi Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Kombes Zulvan saat tiba di TKP, pukul 12.23 WITA.
Merdysam menjelaskan keterlibatan dua pelaku yang meninggal dunia, MR, (44) dan SA, (22) itu terlibat jaringan JAD bersama ratusan jemaah lainnya.
Mereka juga menyatakan baiat atau sumpah setia kepada khilafah ISIS pda 2015 di pondok pesantren Arridho pimpinan ustadz Basri yang meninggal dunia di Lapas Nusakambangan terkait kasus teroris.
“Keduanya juga melakukan kajian khusus pendukung daulah di villa mutiara biru dan Yayasan Arridho. Dan tahun 2016, sempat bermaksud hijrah ke ISIS di Syuriah namun dibatalkan di bandara Soekarno Hatta (Soeta),” terangnya.
Ditambahkannya, kedua orang itu juga terlibat pengiriman dana ke pelaku bunuh diri di gereja katedral Zolo, Philipina.
Lalu sejak Oktober 2020 lalu, tambahnya, mereka rutin lakukan latihan menembak dan naik gunung.
“Saat penangkapan, pelaku yang meninggal dunia ini lakukan perlawanan dengan menggunakan parang dan senapan angin PCP. Juga disita panah, anak busur dan dokumen,” kata Merdysam.
-
NASIONAL27/07/2026 18:31 WIBTiga Kali Ganti Pimpinan BGN, Namun Tak Satupun yang Punya Latar Belakang Ahli Gizi
-
POLITIK27/07/2026 21:00 WIBNarasi Prabowo soal “Londo Ireng” Ciptakan Permusuhan dan Anti Demokrasi
-
EKBIS27/07/2026 17:31 WIBProfil Destry Damayanti: Dari Ekonom hingga Pejabat Gubernur Sementara BI
-
OLAHRAGA27/07/2026 16:29 WIBPrediksi Indonesia vs Kamboja: John Herdman Incar Tiga Poin pada Laga Pembuka Grup A
-
RIAU27/07/2026 20:00 WIBNapi Kasus Narkoba Kabur Saat Berobat di Pekanbaru, Tiga Petugas Diperiksa
-
FOTO27/07/2026 21:30 WIBFOTO: Megawati Resmikan Monumen Kudatuli
-
PAPUA TENGAH27/07/2026 18:00 WIBKorupsi Dana Hibah KPU Mimika Rp28 Miliar, Kapolda Papua Tengah Pastikan Tetap Jalan
-
NASIONAL27/07/2026 17:00 WIBKOSMAK Desak Prabowo Bentuk Tim Independen Usut Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah

















