Berita
Kapan Nabi Muhammad Mulai Ajarkan Sholat Berjamaah
Sholat secara berjamaah merupakan suatu ciri khas Islam yang begitu menonjol. Nyatanya, ciri khas ibadah yang dilakukan secara komunal ini tidak langsung ada begitu Islam turun. Lantas kapan pertama kalinya Nabi ajarkan sholat berjamaah? Dalam buku Fikih Manhaj Imam Syafii dijelaskan, Nabi Muhammad SAW baru melaksanakan sholat berjamaah setelah melakukan hijrah ke Madinah. Selama 13 […]
Sholat secara berjamaah merupakan suatu ciri khas Islam yang begitu menonjol. Nyatanya, ciri khas ibadah yang dilakukan secara komunal ini tidak langsung ada begitu Islam turun. Lantas kapan pertama kalinya Nabi ajarkan sholat berjamaah?
Dalam buku Fikih Manhaj Imam Syafii dijelaskan, Nabi Muhammad SAW baru melaksanakan sholat berjamaah setelah melakukan hijrah ke Madinah. Selama 13 tahun tinggal di Makkah, beliau sholat tidak berjamaah.
Sebab pada fase dakwah di Makkah, para sahabat masih banyak tertindas sehingga mereka hanya bisa sholat di rumah saja. Maka begitu hijrah ke Madinah, Nabi Muhammad pun selalu melaksanakan sholat berjamaah.
Adapun hukum sholat berjamaah adalah fardhu kifayah bagi Imam Syafii. Artinya, kewajiban berjamaah baru gugur terhadap masyarakat di suatu negeri setelah syiar sholat berjamaah telah nampak.
Jika sholat berjamaah tidak dikerjakan sama sekali atau dilaksanakan diam-diam, maka seluruh masyarakat di tempat itu berdosa dan penguasa wajib memerangi mereka. Allah berfirman dalam Alquran Surah An-Nisa ayat 102: “Wa idza kunta fihim fa-aqamat lahumusshalaata faltaqum thaaifatun minhum ma’aka,”.
Yang artinya: “Dan apabila engkau (Muhammad) berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu engkau hendak melaksanakan sholat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri sholat besertamu,”.
Dijelaskan bahwa ayat tersebut berbicara mengenai sholat khauf. Adapun jika sholat berjamaah dianjurkan di tengah situasi mencekam, tentu dalam situasi aman lebih dianjurkan lagi. Namun demikian yang perlu diingat, sholat jamaah memiliki keutamaan yang lebih tinggi dibandingkan sholat sendiri-sendiri.
Nabi Muhammad SAW bersabda: “sholatul-jama’ati afdhalu min sholatil-fadzzi bisab’in wa isyrina darajatan,”. Yang artinya: “Sholat berjamaah lebih utama 27 derajat daripada sholat sendirian,”. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim (Muttafaqun Alaih).
-
NASIONAL01/06/2026 18:00 WIBKonten Porno Tayang di JAKTV, Pengamat Minta KPI dan Komdigi Investigasi
-
NASIONAL01/06/2026 13:00 WIBJet PT Jhonlin Bawa Mama Sinta ke Jakarta?
-
NASIONAL01/06/2026 09:00 WIBSoekarno Guncang PBB dengan Pancasila
-
OTOTEK01/06/2026 08:30 WIBPassword Warga Indonesia Disebut Rawan Diretas dalam Hitungan Detik
-
PAPUA TENGAH01/06/2026 16:34 WIBDisdukcapil Mimika Permudah Akses Adminduk Warga Pesisir dengan Jemput Bola
-
RAGAM01/06/2026 06:00 WIBRahmat Bagja: PAW Rentan Disusupi Kepentingan Politik
-
PAPUA TENGAH01/06/2026 13:15 WIBDisdukcapil Mimika Targetkan 100 Pasangan Ikut Nikah Massal Gratis
-
FOTO01/06/2026 20:42 WIBFOTO: Golkar DKI Gelar Pengajian Ideologi Kebangsaan ke-IV