Berita
Agustus 2021, Penerbitan SBSN Capai Rp 1.835 Triliun
AKTUALITAS.ID – Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencatat penerbitan surat berharga syariah negara (SBSN) sebesar Rp 1.835 triliun dengan outstanding senilai Rp 1.096 triliun sampai 5 Agustus 2021. Sekretaris Ditjen DJPPR Kemenkeu Iyan Rubiyanto mengatakan, pemerintah mulai menerbitkan SBSN 2008 sebagai sumber pembiayaan APBN. “Nilai itu didapat, baik melalui metode penerbitan […]
AKTUALITAS.ID – Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencatat penerbitan surat berharga syariah negara (SBSN) sebesar Rp 1.835 triliun dengan outstanding senilai Rp 1.096 triliun sampai 5 Agustus 2021. Sekretaris Ditjen DJPPR Kemenkeu Iyan Rubiyanto mengatakan, pemerintah mulai menerbitkan SBSN 2008 sebagai sumber pembiayaan APBN.
“Nilai itu didapat, baik melalui metode penerbitan dengan cara lelang, book building, dan private placement,” ujarnya dalam keterangan tertulis seperti dikutip Sabtu (21/8/2021).
Menurutnya, penerbitan SBSN juga wujud dukungan pemerintah pada perkembangan ekonomi syariah di Indonesia dan pasar global, salah satu produk SBSN, sukuk ritel mulai diterbitkan satu tahun kemudian pada 2009. Sepanjang 2009 sampai Maret 2021, pemerintah telah menerbitkan SR001 sampai SR014 dengan total akumulasi dana sebesar Rp 221,31 triliun.
“Sebagai produksi investasi, sukuk ritel memiliki banyak keunggulan antara lain aman karena dijamin oleh pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2008 tentang SBSN dan Undang-Undang tentang APBN,” ucapnya.
Sejak 2018, pemesanan dan pembelian sukuk ritel bisa dilakukan secara online melalui media distribusi, sehingga masyarakat yang berminat bisa membeli kapanpun dan di manapun selama masa penawaran. Adapun pembelian pemesanan sukuk ritel, menurut Iyan, juga menguntungkan karena imbalan relatif lebih tinggi dibandingkan rata-rata deposito bank.
“Sukuk ritel juga dapat diperjualbelikan di pasar sekunder. Hasil penjualan akan digunakan untuk pembiayaan APBN termasuk pembangunan infrastruktur sesuai kebutuhan,” ucapnya.
-
RAGAM14/09/2026 22:00 WIB10 Tanda Diabetes Bisa Muncul di Kulit
-
DUNIA15/09/2026 00:00 WIBKebakaran Hutan Dahsyat Hanguskan Kawasan Mewah Costa del Sol Spanyol
-
OASE15/09/2026 05:00 WIBUmat Islam Wajib Percaya Seluruh Kitab Ini Tanpa Terkecuali
-
EKBIS15/09/2026 09:30 WIBIHSG Jeblok! 3 Saham Bank Jumbo Ikut Terseret
-
NASIONAL15/09/2026 07:00 WIBFahd Arafiq hingga Eks Bupati Kebumen Masuk OTT KPK
-
DUNIA14/09/2026 21:00 WIB175 vs 174, Pemilu Swedia Berjalan Ketat
-
NASIONAL15/09/2026 16:00 WIBJurnalis Hilang, Pencarian Tembus Bengkulu
-
NUSANTARA15/09/2026 07:30 WIBIKM Lubuklinggau Masuki Babak Baru di Tangan Evi Komar

















