Berita
Survei IPI: 44,1 Persen Reponden tak Puas Dengan Pelaksanaan Demokrasi
AKTUALITAS.ID – Indikator Politik Indonesia (IPI) memaparkan hasil survei terbarunya terkait pelaksanaan demokrasi di Indonesia. Sebanyak 44,1 persen responden mengaku tak puas dengan pelaksanaan demokrasi saat ini. “Jadi split, jadi yang puas 47,1 persen, yang tidak puas 44,1 persen gabungan antara kurang puas dengan tidak puas sama sekali,” ujar Direktur Eksekutif IPI, Burhanuddin Muhtadi dalam […]
AKTUALITAS.ID – Indikator Politik Indonesia (IPI) memaparkan hasil survei terbarunya terkait pelaksanaan demokrasi di Indonesia. Sebanyak 44,1 persen responden mengaku tak puas dengan pelaksanaan demokrasi saat ini.
“Jadi split, jadi yang puas 47,1 persen, yang tidak puas 44,1 persen gabungan antara kurang puas dengan tidak puas sama sekali,” ujar Direktur Eksekutif IPI, Burhanuddin Muhtadi dalam rilis daringnya, Minggu (26/9).
Dari 44,1 persen masyarakat yang tak puas, 37,1 persen di antaranya mengaku kurang puas dengan pelaksanaan demokrasi saat ini. Sedangkan 7,0 persen sisanya mengaku tidak puas sama sekali dengan demokrasi Indonesia.
Adapun, 47,1 persen masyarakat yang mengaku puas, 0,4 persen di antaranya mengaku sangat puas. Sedangkan 47,1 persen lainnya mengaku cukup puas dengan pelaksanaan demokrasi saat ini. Adapun 8,3 persen responden menyatakan tak tahu atau tak jawab.
“Yang tidak puas bukan berarti mengidealkan sistem lain di luar demokrasi, bukan. Tapi mereka punya kritik terhadap mekanisme demokrasi dijalankan,” ujar Burhanuddin.
Meski mayoritas masyarakat mengaku puas dengan pelaksanaan demokrasi, 44,1 persen yang tak puas tetap perlu ditampung aspirasinya oleh pemerintah. Sebab, demokrasi di era Presiden Joko Widodo saat ini tengah disorot karena adanya sejumlah tindakan yang dianggap membungkam aspirasi warga.
Pada survei ini, Burhanuddin juga mengungkapkan, 58,1 persen masyarakat puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada September 2021. Namun, angka tersebut menurun ketimbang bulan-bulan sebelumnya selama pandemi Covid-19.
“Sebelum pandemi itu sekitar 72-70 persen yang puas terhadap kinerja presiden. Nah jadi trennya masih turun,” ujar Burhanuddin.
Hasil survei terbaru Indikator juga menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat tak menyetujui adanya vaksin Covid-19 berbayar. Sebanyak 44,2 persen kurang setuju terhadap vaksin berbayar dan sebanyak 13,7 persen responden lainnya mengaku tidak setuju sama sekali terhadap kebijakan itu.
Selain itu, 37 persen masyarakat takut tertular Covid-19. Namun yang mengkhawatirkan baginya, ada 10 sampai 15 persen masyarakat yang tidak takut sama sekali tertular virus tersebut.
Indikator Politik Indonesia melakukan survei ini pada 17 hingga 21 September 2021, dengan 1.200 responden menggunakan metode simple random sampling. Adapun, toleransi kesalahan atau margin of error sebesar kurang lebih 2,9 persen.
Sampel responden berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional, dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Dengan situasi pandemi Covid-19, Indikator Politik Indonesia melaksanakan survei dengan kontak telepon kepada responden.
-
EKBIS19/08/2026 17:00 WIBPurbaya: Subsidi Motor Listrik Resmi Meluncur September
-
DUNIA19/08/2026 18:00 WIBIsrael Kaget Iran Bisa Produksi Ribuan Rudal
-
NUSANTARA19/08/2026 20:00 WIBKeji Tak Terobati, KKB Tembak Mati Ibu & Lempar Anaknya ke Jurang
-
NASIONAL19/08/2026 19:00 WIBPengamat: NU Jangan Jadi Arena Politik Kotor
-
JABODETABEK19/08/2026 20:30 WIBJPU Minta Hakim Tolak Eksepsi Bangun Paulus Karena di Luar Materi Hukum
-
RIAU20/08/2026 07:30 WIBKarhutla Riau Hantam Kawasan Harimau Sumatra
-
NASIONAL20/08/2026 10:00 WIBErna Sari Dewi Bongkar Rantai Lemah Keselamatan Kapal
-
NUSANTARA19/08/2026 23:00 WIBOTK Serang Polsek Asologaima