Berita
Qatar Sebut Langkah Taliban Larang Pendidikan Anak Perempuan Sangat Mundur Dari Peradaban Islam
Qatar mengutarakan kekecewaannya terhadap langkah baru Taliban dalam mengatur pendidikan untuk anak-anak perempuan di Afghanistan. Taliban diminta mencontoh Qatar dalam menjalankan sistem Islam termasuk langkah memberikan pendidikan pada anak-anak perempuan. Menteri Luar Negeri Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani menyebut, langkah Taliban melarang pendidikan anak perempuan adalah sangat mundur bagi peradaban Islam. Dia meminta Taliban […]
Qatar mengutarakan kekecewaannya terhadap langkah baru Taliban dalam mengatur pendidikan untuk anak-anak perempuan di Afghanistan. Taliban diminta mencontoh Qatar dalam menjalankan sistem Islam termasuk langkah memberikan pendidikan pada anak-anak perempuan.
Menteri Luar Negeri Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani menyebut, langkah Taliban melarang pendidikan anak perempuan adalah sangat mundur bagi peradaban Islam. Dia meminta Taliban mengizinkan siswa sekolah menengah perempuan Afghanistan melanjutkan studi mereka.
“Tindakan baru-baru ini yang sayangnya kita lihat di Afghanistan, sangat mengecewakan melihat beberapa langkah mundur,” katanya dalam konferensi pers bersama Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell di Doha seperti dikutip laman Aljazirah, Jumat (1/10).
Doha telah menjadi perantara utama di Afghanistan setelah penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) bulan lalu. Negara itu juga turut membantu mengevakuasi ribuan orang asing dan Afghanistan yang melibatkan penguasa baru Taliban serta mendukung operasi di bandara Kabul.
“Kami perlu terus melibatkan dan mendesak mereka untuk tidak mengambil tindakan seperti itu. Kami juga telah mencoba menunjukkan kepada Taliban bagaimana negara-negara Muslim dapat menjalankan hukum mereka, bagaimana mereka dapat menangani masalah-masalah perempuan,” kata Sheikh Mohammed.
“Salah satu contohnya, Qatar yang merupakan negara Muslim. Sistem kami adalah sistem Islam [tetapi] kami memiliki jumlah perempuan melebihi laki-laki dalam angkatan kerja, pemerintahan, dan pendidikan tinggi,” terangnya.
Taliban dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia dalam beberapa pekan terakhir, termasuk secara terbuka mengikat mayat empat orang yang diduga penculik pada crane di Herat pekan lalu. Menampilkan tersangka penculikan yang tewas adalah hukuman publik paling kontroversial sejak Taliban berkuasa belum lama ini.
Langkah ini dilihat sebagai tanda Taliban bakal kembali mengadopsi langkah-langkah menakutkan yang serupa dengan aturan mereka periode 1996-2001. Taliban mengikuti interpretasi hukum Islam sangat ketat yang memisahkan laki-laki dan perempuan dan juga memangkas akses perempuan untuk bekerja.
Sudah hampir dua pekan sejak anak perempuan dilarang pergi ke sekolah menengah. Demonstrasi terisolasi yang dipimpin oleh perempuan telah pecah di seluruh Afghanistan dalam beberapa hari terakhir.
Sheikh Mohammed meminta Taliban mempertahankan dan melestarikan keuntungan yang dibuat dalam beberapa tahun terakhir. Dia juga memperingatkan komunitas internasional dan negara-negara sahabat untuk tidak mengisolasi Afghanistan.
Sementara, Borrell menggemakan diplomat top Qatar itu. Dia menyebut beberapa hal yang telah terjadi di Afghanistan baru-baru ini cukup mengecewakan.
“Mari berharap kita dapat mengatur untuk mengorientasikan kembali Pemerintah Afghanistan,” katanya. Dia juga berharap, Qatar dapat menggunakan pengaruh kuatnya pada Taliban untuk mendorong kelompok itu meningkatkan perlakuannya terhadap warga sipil.
-
NASIONAL20/04/2026 21:00 WIBPanglima TNI Sinergikan TNI dan Pemda untuk Percepatan Pembangunan di Daerah
-
RAGAM21/04/2026 14:00 WIBKisah Pilu Anak Tunggal Kartini
-
NUSANTARA20/04/2026 23:00 WIBDua Anggota KKB Kodap XXXV Bintang Timur di Oksibil Berhasil Ditangkap
-
JABODETABEK21/04/2026 07:30 WIBPraktis! Perpanjang SIM A dan C di 5 Lokasi Ini
-
NUSANTARA21/04/2026 06:30 WIBSatgas Cartenz Tangkap 2 Anggota KKB di Oksibil Tanpa Perlawanan
-
NASIONAL21/04/2026 06:00 WIBEddy Soeparno: Langkah Prabowo Soal MBG Sudah Tepat
-
RAGAM20/04/2026 21:30 WIBDalam Drakor “Sold Out on You”, Ahn Hyo Seop-Chae Won Bin Kerja Bareng
-
NASIONAL20/04/2026 22:30 WIBJelang Idul Adha 2926, Barantin Intensifkan Pengawasan Hewan Kurban

















