Connect with us

EKBIS

Baru Buka, IHSG Langsung Anjlok 0,84% ke Level 7.530

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada perdagangan Selasa pagi, (21/4/2026). Pelemahan terjadi sejak awal sesi, mencerminkan tekanan jual yang cukup kuat di pasar saham domestik.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG pada pembukaan berada di level 7.560,285. Hingga pukul 09.20 WIB, indeks tercatat melemah 63,579 poin atau 0,84 persen ke posisi 7.530,531.

Pergerakan IHSG sepanjang sesi awal terpantau berada dalam rentang 7.518,452 hingga 7.568,989, menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi di awal perdagangan.

Dari sisi aktivitas pasar, volume transaksi tercatat mencapai 3,76 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp1,34 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 199.864 kali.

Secara keseluruhan, aktivitas bursa terbilang aktif. Total transaksi bahkan mencapai Rp3,117 triliun dengan volume perdagangan menyentuh 8,702 miliar saham. Sementara itu, kapitalisasi pasar tercatat berada di kisaran Rp13.438,283 triliun hingga Rp13.454 triliun.

Dari komposisi pergerakan saham, tekanan masih mendominasi. Tercatat 295 saham melemah, sementara 206 saham menguat, dan 189 saham stagnan. Namun, dalam pembaruan data berikutnya, jumlah saham yang menguat meningkat menjadi 317 saham, sedangkan 241 saham melemah dan 175 saham tidak bergerak.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun IHSG berada di zona merah, pergerakan saham individual masih cukup variatif dan dinamis.

Pelemahan IHSG di awal perdagangan diduga dipengaruhi oleh aksi ambil untung (profit taking) setelah penguatan sebelumnya, serta sentimen global yang masih membayangi pergerakan pasar.

Namun demikian, meningkatnya jumlah saham yang menguat menunjukkan adanya peluang selektif di tengah tekanan indeks secara keseluruhan.

Investor disarankan untuk tetap mencermati sentimen global dan domestik, serta melakukan strategi selektif dalam memilih saham di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi. (Firmansyah/Mun)

TRENDING