EKBIS
Selat Hormuz Ditutup Lagi, IHSG Tetap Kuat di 7.663
AKTUALITAS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Senin (20/4/2026), namun pergerakannya diperkirakan masih terbatas di tengah ketidakpastian global, khususnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
IHSG tercatat naik 29,39 poin atau 0,39% ke level 7.663,39 pada pembukaan perdagangan. Meski demikian, berdasarkan data RTI pukul 09.05 WIB, penguatan mulai terbatas dengan kenaikan hanya 7,8 poin atau 0,10% ke level 7.641,81.
Pergerakan saham menunjukkan kecenderungan mixed, dengan 281 saham menguat, 89 saham melemah, dan 319 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat Rp189,84 miliar dari 330,24 juta saham yang diperdagangkan dalam 50.434 kali transaksi.
Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar meningkat menjadi Rp13.703 triliun. Sementara itu, volume perdagangan mencapai 3,68 miliar saham dengan nilai transaksi Rp1,49 triliun dan frekuensi 272.550 kali.
Namun, dinamika global masih menjadi faktor utama yang membayangi pasar. BRI Danareksa Sekuritas menilai IHSG masih bergerak terbatas karena pelaku pasar cenderung wait and see terhadap perkembangan negosiasi antara AS dan Iran.
Ketidakpastian meningkat setelah Iran kembali menutup Selat Hormuz, meski sebelumnya sempat dibuka menyusul sinyal gencatan senjata. Kondisi ini memicu volatilitas di pasar keuangan global, termasuk Indonesia.
“IHSG berpotensi bergerak terbatas selama belum mampu menembus level psikologis 7.700, dengan support di kisaran 7.500,” tulis BRI Danareksa dalam risetnya.
Selain faktor geopolitik, pelaku pasar juga menanti keputusan suku bunga Bank Indonesia yang akan diumumkan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pekan ini. BI diproyeksikan mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% dengan fokus menjaga stabilitas inflasi dan nilai tukar rupiah.
Phintraco Sekuritas menambahkan bahwa potensi kesepakatan damai antara AS dan Iran masih menjadi sentimen utama. Meski ada sinyal positif, kedua pihak masih saling melontarkan ancaman menjelang berakhirnya masa gencatan senjata pada 21 April.
IHSG diperkirakan akan menguji level resistance di kisaran 7.700–7.720.
Sementara itu, CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah, dipengaruhi oleh aksi jual investor asing, pelemahan rupiah, serta ketidakpastian global.
“IHSG berpotensi bergerak di rentang support 7.570–7.505 dan resistance 7.700–7.760,” tulis CGS.
Di sisi lain, Panin Sekuritas menilai tekanan terhadap IHSG juga berasal dari kenaikan harga minyak, pelemahan harga komoditas, serta arus keluar dana asing yang masih berlangsung.
Rekomendasi Saham:
BRI Danareksa: INET, INCO, HRTA
Phintraco: MDKA, INTP, CLEO, WIIM, ULTJ, NCKL
CGS: ADRO, AADI, PTBA, ASII, EMAS, TINS
Panin: ICBP, BBNI, TAPG
Dengan kombinasi sentimen global dan domestik yang masih dinamis, IHSG diperkirakan bergerak volatil dalam jangka pendek. Level 7.700 menjadi kunci arah pergerakan indeks dalam beberapa hari ke depan. (Firmansyah/Mun)
-
NASIONAL19/05/2026 10:45 WIBPFI Pusat Desak Kemlu Selamatkan Wartawan Indonesia yang Ditahan Israel
-
NASIONAL19/05/2026 11:15 WIBJurnalis Indonesia Ditangkap Tentara Israel dalam Misi Gaza, KPP DEM Desak Presiden Bertindak Tegas
-
NASIONAL19/05/2026 18:30 WIBBukan Lagi Fokus Jaga Pertahanan, TNI Kini Urus Jagung dan Kedelai
-
DUNIA19/05/2026 12:00 WIBTrump Frustrasi Iran Ogah Manut Soal Damai
-
POLITIK19/05/2026 14:00 WIBPSI: DPR Harusnya Pindah Dulu ke IKN
-
NUSANTARA19/05/2026 14:30 WIBKapal Muat 17 Sapi & 1000 LPG Tenggelam
-
EKBIS19/05/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam Tembus Rp2,789 Juta
-
JABODETABEK19/05/2026 13:30 WIBShowroom Motor Jaktim Sekap Pemuda Gegara Nunggak PCX

















