EKBIS
Alarm Bahaya! IHSG Dibuka Merah Pekat
AKTUALITAS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada dalam tekanan pada pembukaan perdagangan Jumat (5/6/2026). Setelah sehari sebelumnya terkoreksi 1,70 persen ke level 5.839,78, IHSG sempat melanjutkan pelemahan hingga hampir 2 persen pada awal sesi perdagangan.
Data perdagangan menunjukkan IHSG sempat dibuka melemah 0,32 persen ke level 5.824,99. Tekanan jual yang cukup besar kemudian menyeret indeks lebih dalam hingga turun 1,99 persen ke kisaran level 5.722.
Kondisi tersebut mencerminkan masih tingginya sentimen negatif yang membayangi pasar saham domestik. Pelaku pasar terlihat melakukan aksi jual di sejumlah saham berkapitalisasi besar sehingga menekan pergerakan indeks secara keseluruhan.
Meski demikian, pergerakan IHSG berlangsung cukup fluktuatif. Hingga pukul 09.06 WIB, indeks sempat berbalik menguat 4,88 poin atau 0,08 persen ke posisi 5.844,66. Sebelumnya, IHSG dibuka pada level 5.846,49 dan bahkan sempat menyentuh level tertinggi harian di 5.860,67.
Aktivitas perdagangan juga terpantau ramai. Nilai transaksi mencapai Rp10,316 triliun dengan volume perdagangan sekitar 2,94 miliar saham dan frekuensi transaksi mencapai 251.200 kali.
Pada perdagangan awal, sebanyak 250 saham tercatat menguat, 328 saham melemah, dan 379 saham bergerak stagnan. Sejumlah saham bahkan masuk daftar top gainers dengan kenaikan harga antara 14 persen hingga 21 persen.
Di waktu yang berbeda pada sesi pagi, volume perdagangan tercatat mencapai 3,10 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,66 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 238.693 kali. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 288 saham berada di zona merah, 260 saham menguat, dan 157 saham stagnan.
Analis CGS International Sekuritas Indonesia menilai tekanan terhadap IHSG masih cukup besar. Faktor utama yang membebani pasar berasal dari berlanjutnya aksi jual investor asing serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 5.740-5.640 dan resist 5.940-6.040,” tulis CGS International Sekuritas Indonesia dalam riset hariannya, Jumat (5/6/2026).
Pelaku pasar kini menanti berbagai sentimen lanjutan baik dari dalam maupun luar negeri yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan pasar. Level 5.722 dinilai menjadi area penting yang akan menentukan apakah IHSG mampu bertahan dan melakukan rebound, atau justru melanjutkan tren pelemahan pada perdagangan berikutnya.
Dengan masih dominannya tekanan jual dan ketidakpastian pasar global, investor disarankan tetap selektif dalam memilih saham serta memperhatikan manajemen risiko di tengah volatilitas yang tinggi. (Firman/Mun)
-
FOTO04/09/2026 13:00 WIBFOTO: ACC Kembangkan Potensi Warga Desa Cibunian
-
EKBIS04/09/2026 12:30 WIBPertamina Batalkan Syarat STNK untuk Beli BBM
-
POLITIK04/09/2026 15:00 WIBBawaslu Minta Masukan Insan Pers Maksimalkan Kinerja Pengawasan Pemilu
-
NASIONAL04/09/2026 09:45 WIBErna Sari Dewi: Stop Bicara Digital Desa Kalau Tak Didanai
-
JABODETABEK04/09/2026 15:30 WIBMengaku Disekap, 2 ART Akhirnya Dipulangkan Polisi
-
EKBIS04/09/2026 10:30 WIBDolar AS Melemah, Rupiah Naik ke Rp17.632
-
POLITIK04/09/2026 10:00 WIBBawaslu Waspadai Deepfake di Pemilu 2029, Minta Pengawasan AI Diatur UU
-
NASIONAL04/09/2026 16:00 WIBKarhutla Sumatera-Kalimantan, Komnas HAM Minta Perlindungan Warga Diperkuat
















