Berita
Polisi Minta Masyarakat Segera Lapor Bila Terjerat Pinjol Ilegal
AKTUALITAS.ID – Polri bersama Satgas Waspada Investasi dan juga OJK terus menelusuri akun-akun dan para pelaku pinjaman online (Pinjol) ilegal. Saat ini lebih 3.000 akun yang diblokir oleh Satgas Waspada Investasi karena ilegal. Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Ditipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Pol Helmy Santika meminta agar masyarakat segera melapor bila menjadi korban pinjol ilegal. […]
AKTUALITAS.ID – Polri bersama Satgas Waspada Investasi dan juga OJK terus menelusuri akun-akun dan para pelaku pinjaman online (Pinjol) ilegal. Saat ini lebih 3.000 akun yang diblokir oleh Satgas Waspada Investasi karena ilegal.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Ditipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Pol Helmy Santika meminta agar masyarakat segera melapor bila menjadi korban pinjol ilegal. Sebab, hingga kini masih ada masyarakat yang takut melapor.
“Kepada masyarakat yang sudah terlanjur, jangan ragu melapor, jangan takut untuk melapor. Ada yang tidak mau melapor karena dia takut karena sudah dicemari nama baiknya,” katanya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (15/10/2021).
Katanya, atas laporan masyarakat akan diketahui hubungan dari satu kasus ke kasus lainnya. Pasalnya, ada satu kejadian yang terjadi di Wonogiri, Jawa Tengah masih berkaitan dengan kasus yang tengah ditangani.
“Mungkin rekan-rekan sudah tahu ada ibu-ibu yang meninggal gantung diri. Tim kami kemudian berangkat ke sana, kita explore, dari 23 pinjol nyangkut ke sini satu. Kalau misalkan ada yang melapor, ktia bisa menindaklanjuti. syukur-syukur kita bisa menemukan data yang bersangkutan sehingga tidak disalahgunakan lagi oleh pelaku-pelaku yang lain,” jelasnya.
Helmy mengaku kalau soal bunga pinjaman menjadi besar itu adalah peristiwa yang berbeda. Ia tak tahu apakah peminjam tetap wajib membayar atau tidak.
“Jadi itu adalah peristiwa keperdataan, pinjam meminjam. Apakah masih tetap punya kewajiban bayar, dan sebagainya ini adalah urusannya hukum perdata, ranahnya di pengadilan negeri. Sehingga ia meminta soal itu jangan dicampur aduk terkait pidana.
“Karena saya dibully maka saya bebas dari kewajiban saya, tidak bisa begitu juga mungkin ya. Jadi silakan itu nanti ranahnya di pengadilan perdata,” pungkasnya
-
NASIONAL28/06/2026 16:00 WIBKomisi I: Peserta SPPI Disiapkan Jadi Manajer Pembangunan, Bukan Prajurit Tempur
-
RIAU28/06/2026 20:30 WIBFahmil Qur’an Bengkalis Melaju ke Final MTQ Riau 2026 Usai Raih Nilai Tertinggi
-
RIAU28/06/2026 16:20 WIBPolda Riau Rampungkan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
-
POLITIK28/06/2026 16:43 WIBMeski Didukung Jokowi, Tidak Jaminan PSI akan Jadi Partai Besar
-
NASIONAL29/06/2026 00:00 WIBDPR Desak Kemhan Hentikan Sementara Latsarmil SPPI 2026
-
EKBIS28/06/2026 21:00 WIBPrabowo Diminta Tinjau Ulang Rencana Aturan Kadar Tar dan Nikotin Rokok
-
POLITIK28/06/2026 22:30 WIBPengamat Sebut Parpol Harus Punya Enam Modal Agar Punya Kekuatan Besar di Indonesia
-
POLITIK28/06/2026 17:29 WIBBesok, DKPP Gelar Sidang Pelanggaran Etik Anggota KPU RI Terkait Penggunaan Helikopter