Berita
Skandal Pandora Paper, Presiden Ekuador Ogah Bersaksi ke Parlemen
Presiden Ekuador Guillermo Lasso menolak untuk bersaksi di depan komite parlemen yang sedang menyelidiki soal Pandora Papers pada Rabu (20/10). Komite tersebut dibentuk oleh kongres yang didominasi oposisi untuk menyelidiki aktivitas mantan bankir itu di surga pajak. Awal bulan ini, Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ) membocorkan sejumlah dokumen yang mengungkap rekening rahasia di luar negeri […]
Presiden Ekuador Guillermo Lasso menolak untuk bersaksi di depan komite parlemen yang sedang menyelidiki soal Pandora Papers pada Rabu (20/10).
Komite tersebut dibentuk oleh kongres yang didominasi oposisi untuk menyelidiki aktivitas mantan bankir itu di surga pajak.
Awal bulan ini, Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ) membocorkan sejumlah dokumen yang mengungkap rekening rahasia di luar negeri dari sejumlah pemimpin dunia, termasuk Lasso.
Kebocoran itu mengklaim Lasso, yang menjabat pada Mei lalu, mengendalikan 14 perusahaan cangkang, sebagian besar di Panama. Ia menutupnya setelah mantan presiden sayap kiri Rafael Correa (2007-17) melarang calon presiden memiliki perusahaan di surga pajak.
Dari 137 anggota parlemen, 105 anggota memilih mendukung penyelidikan untuk “mengklarifikasi” apakah Lasso telah melanggar hukum Ekuador atau melakukan pelanggaran etika.
Lasso menyatakan tidak akan pergi ke parlemen tetapi bersedia untuk berbicara dengan anggota parlemen di kursi pemerintah “setelah semua program kesaksian diberikan.”
Presiden mengklaim dia memiliki “hak” untuk mengetahui bukti lain apa yang telah diberikan sebelum bersaksi. Istri dan salah satu putranya juga menolak hadir di hadapan komisi.
Lasso mengklaim melakukan “investasi yang sah di negara lain” yang sudah ia singkirkan saat mencalonkan diri dalam pemilihan.
Di Amerika Latin, Presiden Chili Sebastian Pinera, dan Presiden Republik Dominika Luis Abinader juga muncul di Pandora Papers.
Pinera menjadi subjek investigasi kriminal atas penjualan tambang dan menghadapi ancaman prosedur pemakzulan yang diluncurkan oleh pihak oposisi.
-
RAGAM27/09/2026 19:30 WIBBukan Cuma Mancing! WMI Gandeng Raksasa BUMN Cetak Pengusaha Difabel di Bogor
-
NASIONAL27/09/2026 14:00 WIBSambo Bantah Nikmati Fasilitas Mewah
-
POLITIK27/09/2026 10:00 WIBPPP Berbenah Total Jelang Kontestasi 2029
-
RIAU27/09/2026 11:45 WIBEmpat Pengedar Narkoba Ditangkap di Pekanbaru, Polisi Sita Sabu dan Happy Five
-
NASIONAL27/09/2026 11:00 WIB5 Pejabat Lapas Cibinong Dinonaktifkan
-
NUSANTARA27/09/2026 20:00 WIBPuluhan Warga Sumut Tumbang Diserang Super Flu
-
RIAU27/09/2026 13:00 WIBRiau Nihil Karhutla, Personel Gabungan Tetap Siaga
-
NUSANTARA27/09/2026 16:00 WIBBMKG Warning! Banjir Rob Ancam NTB Hingga 30 September

















