Berita
Anies, Mengintip Jalan ke Istana
Anies Baswedan doktor dalam bidang filsafat politik dari Northern Illinois University, Amerika Serikat ini adalah seorang politikus dan akademisi yang pernah jadi Gubernur DKI Jakarta.
Sebelum nyemplung ke dunia politik, Anies adalah intelektual dan akademisi yang cukup dikenal orang. Ia pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Paramadina, sebuah perguruan tinggi swasta ternama di Jakarta. Selama masa jabatannya, ia mengembangkan reputasi sebagai pemikir yang kritis dan berkomitmen terhadap isu-isu sosial.
Karier politik Anies dimulai pada tahun 2014 ketika ia diangkat sebagai Menteri Pendidikan dalam Kabinet Kerja Presiden Jokowi. Sebagai Menteri Pendidikan, Anies melakukan sejumlah reformasi di bidang pendidikan, seperti program wajib belajar 12 tahun dan peningkatan akses pendidikan untuk anak-anak dari keluarga miskin. Namun dua tahun berselang, namanya dicoret dari anggota kabinet Jokowi alias dipecat. Alasannya? Ya itu biar jadi urusan Jokowi dan Anies, kita nonton saja.
Pada 2017, Anies Baswedan mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta dalam pemilu yang penuh drama. Ia berhasil menang setelah sukses mengangkangi Ahok dan disumpah sebagai gubernur pada Oktober 2017. Selama masa jabatannya, Anies telah mengimplementasikan sejumlah program prioritas, termasuk program Kartu Jakarta Pintar yang memberikan bantuan pendidikan kepada anak-anak miskin di Jakarta.
Namun, kepemimpinan Anies juga tidak lepas dari kontroversi dan kritik. Beberapa kebijakan yang diambilnya, seperti penutupan reklamasi Teluk Jakarta dan pembatalan proyek reklamasi Pulau G di Teluk Jakarta, menuai pro dan kontra. Beberapa pihak berpendapat bahwa penutupan proyek tersebut dapat berdampak negatif terhadap pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Jakarta.
Jakarta di masa Anies memang sering jadi sasaran banyolan ‘kaum seberang’ karena beberapa kebijakan yang dibuatnya selama menjabat. Kata Anies, di pinggir sungai-sungai dibuat taman, jadi kalau nanti sungai meluap, airnya akan parkir di taman itu. Jadi airnya sengaja diparkir di taman, bukan menggenangi taman. Cakeep!
Lalu masalah trotoar jalan yang diperlebar hingga jalanan makin sempit dan macet makin menggila. Itu realitanya. Tapi lain halnya dengan narasi Mas Anies. Dia bilang, itu untuk mengurangi agar orang tidak menggunakan kendaraan pribadi, makanya trotoar diperlebar. Cateett!
Kemudian masalah air sungai yang dialirkan ke laut, menurutnya itu menyalahi sunatullah, menurutnya air harus dimasukkan ke tanah, bukan dibuang ke laut. Maka dibuatlah sumur-sumur resapan untuk sekadar mengurangi banjir Jakarta. Berhasilkah? Ya enggaklah! Kata pakar, kondisi tanah di Jakarta ini sudah jenuh dan tak bisa menyerap air lagi! Meskipun kontroversial, Anies tetap menjadi orang yang berpengaruh dalam politik Indonesia.
Ia dianggap mampu mengartikulasikan aspirasi rakyat, terutama dalam hal isu-isu sosial dan pendidikan. Kata orang-orang di lingkaran kekuasaannya, kepemimpinan Anies di Jakarta telah memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan ibu kota negara.
Dan saat ini Anies sedang berikhtiar dan berkonsentrasi penuh untuk bisa menjajal kontestasi pilpres pertamanya. Hampir tiap hari ada saja berita mantan menteri Jokowi itu wara-wiri sowan ke petinggi partai. Selain memperpanjang usia dan menambah rejeki, tentu silaturahmi politik itu juga untuk mengintip berbagai kemungkinan dirinya bisa maju pilpres.
Jualan pun segera dilakukan lewat berbagai cara yang intinya Anies adalah pemimpin yang inovatif, merangkul kaum muda, mendengar suara rakyat, dan didukung ulama. Bahkan pendukung Anies pun mulai memainkan pola playing victim sebagai bumbu penyedapnya bahwa ada upaya istana untuk menjegal dan menggagalkan pencalonan Anies. Tapi Anies tidak pernah gentar, ia akan terus menperjuangkan dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Manttaaapp…
Masyarakat Indonesia tentu senang dan menyambut dengan penuh suka cita karena kandidat calon presidennya tambah satu lagi. Tinggal memilah dan memilih saja, mau yang semampai berambut putih penuh senyum, atau mantan komandan kopassus yang garang dan lantang, atau pria santun yang lemah lembut budi bahasanya? Ayo dipilih dipilih dipilih… [Samsu/Red]
-
EKBIS02/02/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam 2 Februari 2026: Naik Rp 167.000 per Gram
-
OASE02/02/2026 05:00 WIBPelajaran Tauhid dan Sains dalam Surat Al-Anbiya Ayat 1-30 yang Wajib Diketahui Muslim
-
NASIONAL02/02/2026 06:00 WIBDKPP Sidang Anggota KPU Papua Pegunungan Adi Wetipo Terkait Dugaan Status ASN Aktif
-
RAGAM02/02/2026 14:30 WIBNisfu Syaban 2026: Simak Tanggal dan Cara Melaksanakan Puasa Sunnah
-
JABODETABEK02/02/2026 07:30 WIBJangan Sampai Telat! Layanan SIM Keliling Jakarta 2 Februari 2026 Tutup Pukul 14.00
-
EKBIS02/02/2026 10:30 WIBMenanti Data Ekonomi RI, Rupiah Senin Ini Konsolidasi di Kisaran Rp16.770 per Dolar AS
-
POLITIK02/02/2026 14:00 WIBPartai Prima Tuding PDIP Ingin Kunci Demokrasi dengan Usulan Ambang Batas
-
EKBIS02/02/2026 09:30 WIBPasar Saham ‘Berdarah’! IHSG Senin Pagi Longsor Tembus ke Bawah 8.000

















