Berita
Kejagung Periksa 5 Orang SaksiTerkait Perkara BAKTI Kementerian Komunikasi dan InformatikaDalam Perkara TPK dan TPPU
AKTUALITAS.ID – Kejaksaan Agung melalui Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) memeriksa 5 orang saksi, yang terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi (TPK) dan tindak pidana pencucian uang (TPPU), dalam penyediaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika Tahun 2020 s/d 2022.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Penerangan Hukum Kejagung, Ketut Sumedana melalui siaran pers, Kamis (19/10/23).
Adapun 5 saksi yang diperiksa yakni, HAS selaku Direksi Operasional & Marketing PT Kindai Technology; TA selaku Direktur PT Indoleds Semesta; DUH selaku Head Business Strategic PT Star Global Indonesia; FY selaku Account Manager PT Astel Sistem Teknologi, dan NAG selaku Direktur PT Computer Automasi Digital Solusindo.
Dijelaskan bahwa kelima saksi diperiksa terkaot TPK dan TPPU dalam penyediaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika Tahun 2020 s/d 2022 atas nama Tersangka EH dkk.
“Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dimaksud,” pungkasnya. (Red)
-
NUSANTARA09/09/2026 12:30 WIBAnak Krakatau Kembali Erupsi
-
POLITIK09/09/2026 13:00 WIBAHY Dilirik untuk 2029, NasDem Tetap Prabowo
-
NASIONAL09/09/2026 14:00 WIBPolri dan Basarnas Maksimalkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda
-
NASIONAL09/09/2026 15:30 WIBGulam Sharon Bongkar Masalah BBM di Pontianak
-
NASIONAL09/09/2026 15:46 WIBBea Cukai Sita Ribuan Rokok Ilegal, BCW: Jangan Cuma di Hilir, Bongkar Pabrik dan Jaringannya
-
NUSANTARA09/09/2026 13:30 WIBISPA Meledak, PJJ Banten Diperpanjang
-
RIAU09/09/2026 14:30 WIBALFI Riau Desak Pemerintah Bongkar Ulang KBLI Multimoda
-
POLITIK09/09/2026 17:00 WIBBawaslu dan BSSN Bangun Pertahanan Siber untuk Pengawasan Pemilu