Berita
Indonesia akan Jadi Negara Kuat Jika Syarat Ini Terpenuhi
AKTUALITAS.ID – Presiden terpilih 2024 Prabowo Subianto mengatakan, Indonesia akan menjadi negara kuat dan makmur dengan syarat para elit atau unsur-unsur pimpinan harus bekerjasama.
“Saya berkeyakinan bahwa faktor kerja sama di antara pimpinan itu sangat penting dan ini yang dituntut rakyat kita. Saya keliling selama masa kampanye, saya merasakan getaran, sorot mata rakyat, mereka menginginkan para pemimpin-pemimpinya rukun,” kata Prabowo di kantor DPP NasDem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Jumat, (22/3/2024).
Prabowo melanjutkan, pandangan bahwa pertandingan itu baik, persaingan itu bagus, harus dimiliki. Kompetisi dibutuhkan, rakyat perlu pilihan.
“Tetapi sesudah pertandingan saatnya kita kerja sama, bahu membahu untuk bangun bangsa kita, ini yang saya kira paling penting. Mari demokrasi kita jaga, Bhinneka Tunggal Ika adalah realita yang harus kita bela dan pertahankan,” kata Prabowo.
Ke depan Prabowo melanjutkan, harus optimistis. Nantinya akan dicari putra-putri terbaik bangsa dari semua kalangan untuk bersama membangun Indonesia.
“Intinya adalah saya sangat berterimakasih sangat menghargai sikap NasDem, sesudah bertanding dan bersaing, kita tetap sahabat dan kita tetap satu keluarga, kita tetap cinta tanah air dan kita bersatu untuk membangun bangsa Indonesia.” [Yan Kusuma/Kiki Budi Hartawan]
-
DUNIA01/03/2026 00:02 WIB40 Orang Dilaporkan Tewas Dalam Serangan Israel di Iran Selatan
-
DUNIA01/03/2026 10:32 WIBBreaking News: Khamenei Gugur Usai Serangan Gabungan AS dan Israel ke Teheran
-
PAPUA TENGAH28/02/2026 18:40 WIBToko Emas Tutup, Pendulang Blokade Pertigaan PIN Seluler Timika
-
NUSANTARA28/02/2026 21:00 WIBPetugas Dapur SPPG di Papua Barat Wajib Rutin Cek Kesehatan
-
NASIONAL28/02/2026 21:30 WIBSerukan Dialog, Indonesia Siap Fasilitasi Perundingan AS-Iran
-
JABODETABEK28/02/2026 20:30 WIBBangunan Lapangan Padel Tidak Berizin Akan Dibongkar
-
OLAHRAGA28/02/2026 19:00 WIBMoto3 2026, Veda Ega Pratama Start dari Posisi Kelima
-
DUNIA28/02/2026 19:30 WIBAS Mulai Lancarkan Serangan ke Sejumlah Target di Iran

















