DUNIA
Presiden Trump Ditantang Lihat Efek Bom Atom di Jepang
AKTUALITAS.ID – Wali Kota Hiroshima, Kazumi Matsui, menantang Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke kotanya di Jepang.
Ia ingin mengajak Trump melihat efek kehancuran dan trauma mendalam serangan bom atom yang dilakukan AS pada Perang Dunia II.
“Saya berharap Presiden Trump berkunjung ke daerah yang dibom untuk melihat realitas dari bom atom dan merasakan semangat Hiroshima, lalu membuat pernyataan,” kata Kazumi, seperti dikutip AFP.
Kazumi juga mengecam pernyataan Trump yang membandingkan tindakan AS mengebom fasilitas nuklir Iran dengan peristiwa pengeboman Hiroshima oleh Washington.
Ia menilai Trump tidak mengerti bahaya mengerikan bom atom sehingga pernyataannya tak memiliki empati.
“Menurut saya, dia tidak sepenuhnya memahami realitas bom atom, yang jika digunakan, akan merenggut nyawa banyak warga sipil yang tak bersalah, terlepas dari apakah mereka kawan atau lawan, serta mengancam kelangsungan hidup umat manusia,” kata Kazumi kepada wartawan, Rabu (3/7/2025).
AS menjatuhkan bom atom di Hiroshima pada 6 Agustus 1945 dan kemudian ke Nagasaki pada 9 Agustus 1945. Tak lama setelah itu, Jepang menyerah. Perang Dunia II pun berakhir.
Trump sebelumnya sesumbar berhasil menghancurkan fasilitas nuklir Iran termasuk pusat pengayaan uranium di Natanz dan Fordow dan membandingkannya dengan peristiwa bom atom di Hiroshima.
“Saya tidak mau memakai contoh Hiroshima. Saya [juga] tidak mau menggunakan contoh Nagasaki. Tapi, pada intinya itu hal yang sama, sama-sama menghentikan perang,” kata Trump saat itu.
“[Serangan] ini mengakhiri perang. Jika kita tidak melakukannya, mereka (Israel dan Iran) masih berperang,” lanjut dia.
AS menjatuhkan bom GBU-57 ke situs nuklir Fordow dan Natanz hingga kedua fasilitas diklaim hancur total. Pada saat yang sama, AS juga meluncurkan rudal Tomahawk dari kapal selam ke situs nuklir Isfahan, yang juga diklaim merusak fasilitas tersebut.
Serangan AS ke tiga fasilitas nuklir Iran ini untuk membantu Israel yang berambisi melenyapkan seluruh kemampuan nuklir Teheran. (Yan Kusuma/ goeh)
-
OLAHRAGA23/06/2026 03:00 WIBInggris vs Ghana: Misi Lolos Grup L Piala Dunia 2026
-
NASIONAL23/06/2026 08:30 WIBKetua BEM FH UBK Ngaku Terima Rp 20 Juta dari Oknum Polisi Jelang Demo
-
NUSANTARA22/06/2026 23:30 WIBHerman Deru Paparkan Pertanggungjawaban APBD 2025, Tegaskan Komitmen Maksimalkan Kesejahteraan Masyarakat
-
JABODETABEK22/06/2026 23:00 WIBEastJakFest 2026 Jadi Motor Ketahanan Pangan dan UMKM di Jakarta Timur
-
OLAHRAGA23/06/2026 04:33 WIBJadwal Piala Dunia 2026: Pekan Sengit Penentu Kelolosan
-
POLITIK23/06/2026 16:15 WIBRoy Suryo dan Dokter Tifa Dapat Penagguhan, Analis Sebut Jokowi Tertekan
-
DUNIA23/06/2026 12:00 WIBAS Siapkan Rudal Tomahawk di Jepang
-
DUNIA23/06/2026 00:01 WIB
Myanmar Tutup Ribuan Akun dan Nonaktifkan Ratusan Ribu SIM Terkait Judol

















