DUNIA
Trump Kirim Kapal Perang, Militer Iran Siap Tempur Hingga Titik Darah Penghabisan
AKTUALITAS.ID – Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) di tengah pergerakan armada laut Washington menuju kawasan Teluk.
Komandan Pasukan Darat IRGC, Jenderal Mohammad Pakpour, menegaskan bahwa pasukannya berada dalam posisi siaga tempur tertinggi. Peringatan ini disampaikan merespons potensi ancaman serangan AS menyusul gejolak demonstrasi di Iran.
“Kami lebih siap dari sebelumnya dan memposisikan jari di pelatuk,” tegas Pakpour, Sabtu (25/1/2026), seperti dikutip dari Nournews.
Pakpour memperingatkan Washington agar tidak melakukan kesalahan kalkulasi strategis. Ia menegaskan bahwa IRGC dan seluruh rakyat Iran siap mengeksekusi instruksi apa pun dari Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, jika kedaulatan negara terancam.
Pernyataan “jari di pelatuk” ini muncul hanya berselang hari setelah Presiden AS, Donald Trump, mengonfirmasi pengerahan kapal-kapal perang Pentagon ke Teluk pada Kamis (22/1/2026). Trump menyebut armada besar itu dikerahkan untuk “berjaga-jaga”, sembari menetapkan dua garis merah bagi Teheran: larangan membunuh demonstran dan larangan eksekusi massal.
Isu demonstrasi menjadi sumbu utama ketegangan baru ini. Trump sebelumnya mengeklaim telah menunda serangan ke Iran karena Teheran membatalkan eksekusi mati terhadap 800 demonstran. Namun, klaim ini dibantah keras oleh Jaksa Tinggi Iran, Mohammad Movahedi, yang menyatakan Iran tidak pernah berencana mengeksekusi tahanan tanpa proses hukum yang sah.
Meski demikian, IRGC yang berperan sentral dalam meredam kerusuhan domestik, kini mengalihkan fokus pada ancaman eksternal.
Di tengah ancaman eksternal, soliditas internal militer Iran justru menguat. Komandan Pasukan Darat Angkatan Darat Iran, Ali Jahanshahi, menyerukan persatuan antara tentara reguler dan Garda Revolusi (IRGC).
“Persatuan di antara angkatan bersenjata adalah kunci untuk menggagalkan musuh dalam situasi krisis. Angkatan bersenjata harus bertindak sebagai satu kesatuan agar musuh merasa tidak berdaya,” ujar Jahanshahi dikutip dari kantor berita Fars.
Senada dengan itu, Komandan Pasukan Darat Garda Revolusi Islam, Brigjen Mohammad Karami, menyebut sinergi angkatan bersenjata sebagai aset paling berharga yang telah terbukti menggagalkan rencana asing. Kedua matra militer tersebut berikrar akan mempertahankan wilayah Iran hingga “titik darah penghabisan”. (Mun)
-
NASIONAL07/08/2026 06:00 WIBAmnesty Desak MBG Dihentikan Usai Dugaan Keracunan Massal
-
NUSANTARA06/08/2026 22:00 WIBBocah 11 Tahun di Jambi Tewas Diterkam Buaya Ganas
-
EKBIS07/08/2026 10:30 WIBRupiah Jadi Pecundang di Asia Pagi Ini
-
RAGAM07/08/2026 01:05 WIBSJA Textile Hadirkan Strategic Fabric Partner, Bantu Brand Fashion dari Awal Produksi
-
PAPUA TENGAH07/08/2026 09:00 WIBPBB: Jangan Rampas Suara Rakyat Lewat Ambang Batas Parlemen
-
DUNIA07/08/2026 00:00 WIBPBB: ISIS Masih Tangguh di Tengah Operasi Kontraterorisme
-
EKBIS07/08/2026 09:30 WIBIHSG Kembali Hijau
-
NASIONAL07/08/2026 11:00 WIBDPR: QRIS Diduga Dimanfaatkan untuk Deposit Judi Online