DUNIA
5.000 Pasukan AS Dipulangkan dari Jerman Usai Disindir
AKTUALITAS.ID – Pentagon mengumumkan rencana penarikan 5.000 tentara Amerika Serikat (AS) dari Jerman. Keputusan ini disebut sebagai bagian dari evaluasi postur militer AS di Eropa.
“Sekitar 5.000 pasukan akan dipulangkan ke AS. Penarikan ini diperkirakan selesai dalam enam hingga dua belas bulan ke depan,” ujar juru bicara Pentagon, Sean Parnell, Sabtu (2/5/2026), dilansir AFP dan CNN International.
Data Pusat Tenaga Kerja Pertahanan AS mencatat hingga Desember 2025 terdapat 36.436 personel militer AS di Jerman. Dengan penarikan ini, lebih dari 30.000 tentara masih akan bertugas di sana.
Presiden Donald Trump sebelumnya menyinggung rencana penarikan pasukan melalui unggahan di Truth Social. Ia menyebut langkah ini sedang “dipelajari dan ditinjau” setelah Kanselir Jerman Friedrich Merz mengkritik strategi AS terhadap Iran.
Merz menilai AS “dipermalukan” oleh Iran dan tidak memiliki strategi efektif untuk mengakhiri konflik. Kritik ini memicu ketegangan diplomatik antara Washington dan Berlin.
Pentagon menegaskan keputusan penarikan pasukan dilakukan berdasarkan kebutuhan teater militer dan kondisi lapangan di Eropa.
Langkah ini diprediksi akan berdampak pada dinamika keamanan regional, mengingat Jerman selama ini menjadi salah satu basis utama militer AS di Eropa. (Mun)
-
RIAU06/08/2026 18:15 WIBMerawat Pesisir di Rupat, Ekspedisi Merah Putih Polda Riau Bantu Nelayan dan Tanam 1.000 Mangrove
-
POLITIK06/08/2026 17:00 WIBMardani Nilai Oposisi dan Koalisi Sama-Sama Terhormat
-
DUNIA06/08/2026 21:00 WIBRudal Rusia Tewaskan Belasan Orang di Kyiv
-
DUNIA06/08/2026 18:00 WIBNetanyahu: Serang Iran Tak Butuh Restu Washington
-
EKBIS06/08/2026 20:00 WIBAirlangga Pastikan Pertalite Tak Naik hingga Akhir 2026
-
NUSANTARA06/08/2026 22:00 WIBBocah 11 Tahun di Jambi Tewas Diterkam Buaya Ganas
-
RAGAM07/08/2026 01:05 WIBSJA Textile Hadirkan Strategic Fabric Partner, Bantu Brand Fashion dari Awal Produksi
-
EKBIS07/08/2026 10:30 WIBRupiah Jadi Pecundang di Asia Pagi Ini