Connect with us

DUNIA

Iran Masih Punya 70 Persen Rudal Tempur

Aktualitas.id -

Ilustrasi foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Narasi kemenangan Amerika Serikat atas Iran mulai dipertanyakan. Media Amerika membongkar laporan intelijen rahasia yang menyebut sebagian besar situs rudal Iran ternyata masih aktif meski digempur habis-habisan oleh AS dan Israel. Klaim Donald Trump soal lumpuhnya kekuatan militer Teheran kini terancam runtuh.

Laporan terbaru media Amerika Serikat kembali mengguncang peta konflik Timur Tengah.

The New York Times mengungkap Iran masih mempertahankan sebagian besar situs rudalnya di sepanjang Selat Hormuz meski selama berminggu-minggu digempur serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Mengutip penilaian intelijen rahasia AS awal Mei 2026, laporan tersebut menyebut Teheran berhasil memulihkan akses operasional ke 30 dari 33 situs rudal strategis di kawasan Selat Hormuz.

Situs-situs itu dinilai tetap mampu mengancam kapal perang Amerika Serikat dan tanker energi global yang melintasi jalur laut paling vital dunia tersebut.

Selat Hormuz sendiri menjadi jalur utama sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas alam cair dunia.

Temuan ini sekaligus memunculkan pertanyaan besar terhadap klaim Presiden Donald Trump yang sebelumnya menyatakan kekuatan militer Iran telah hancur akibat serangan besar-besaran AS-Israel sejak akhir Februari lalu.

Tak hanya itu, laporan intelijen yang dikutip The New York Times juga menyebut Iran masih mempertahankan sekitar 70 persen peluncur rudal bergerak dan 70 persen stok rudal pra-perangnya.

Artinya, kemampuan serangan strategis Iran dinilai masih sangat kuat dan jauh dari kondisi lumpuh total.

Di tengah memanasnya situasi, Iran tetap bersikeras mengontrol lalu lintas maritim di Selat Hormuz dan menyebut kapal-kapal tertentu sebagai “kapal musuh” pasca serangan udara AS-Israel.

Ketegangan pun makin meningkat setelah negosiasi damai antara Washington dan Teheran kembali mengalami kebuntuan.

Pemerintah AS tetap menuntut Iran membongkar program nuklir dan rudal balistiknya, syarat yang ditolak keras oleh Teheran.

Iran menegaskan program pengayaan uraniumnya hanya untuk kepentingan sipil.

Sebagai syarat membuka kembali perundingan, Iran mengajukan lima tuntutan utama kepada Amerika Serikat.

Mulai dari penghentian perang Israel di Lebanon, pencabutan sanksi, pencairan aset Iran yang dibekukan, pembayaran kompensasi perang, hingga pengakuan hak kedaulatan Iran atas Selat Hormuz.

Kantor Berita Fars menyebut lima tuntutan itu sebagai syarat minimum untuk membangun kembali kepercayaan Teheran terhadap Washington.

Iran juga menyampaikan kepada Pakistan selaku mediator bahwa blokade laut AS di Laut Arab dan Teluk Oman semakin memperburuk ketidakpercayaan terhadap proses diplomasi.

Sementara itu, Donald Trump dikabarkan telah menerima sejumlah opsi tambahan serangan militer jika negosiasi kembali gagal total.

Konflik besar AS-Israel melawan Iran sendiri pecah sejak 28 Februari lalu dan memicu serangan balasan Iran terhadap Israel serta pangkalan sekutu Amerika di kawasan Teluk.

Gencatan senjata akhirnya tercapai pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun hingga kini belum ada kesepakatan damai permanen yang berhasil dicapai. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version