Connect with us

DUNIA

Iran Hujani Israel dengan Rudal

Aktualitas.id -

Ilustrasi tembakan rudal Iran ke Israel, foto: aktualtias.id - ai

AKTUALITAS.ID – Timur Tengah kembali berada di titik paling berbahaya setelah Iran melancarkan serangan rudal balistik berskala besar ke sejumlah target militer Israel pada Minggu (7/6/2026) malam waktu setempat.

Serangan tersebut menjadi aksi militer langsung pertama Teheran terhadap Israel sejak gencatan senjata diberlakukan pada 8 April lalu. Langkah itu sekaligus menandai meningkatnya eskalasi konflik yang selama beberapa pekan terakhir terus memanas akibat serangan militer Israel ke Lebanon.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa salah satu target utama operasi tersebut adalah Pangkalan Udara Ramat David, fasilitas militer strategis yang disebut Teheran sebagai titik awal berbagai operasi udara Israel terhadap wilayah Dahiyeh di Beirut, Lebanon.

Media pemerintah Iran melaporkan puluhan rudal ditembakkan dari berbagai wilayah, termasuk Kermanshah, Tabriz, Isfahan, dan Kashan. Gelombang kedua serangan disebut melibatkan rudal balistik Haydariya yang diarahkan ke target-target militer di wilayah utara Israel.

Saluran intelijen RN INTEL melaporkan bahwa sistem peringatan dini Israel mendeteksi peluncuran rudal dalam jumlah besar. Komando Front Dalam Negeri Israel juga mengonfirmasi adanya ancaman tersebut dan memperingatkan warga di wilayah utara untuk segera berlindung.

Sirene darurat dilaporkan meraung di Haifa, Galilea, Tiberias, dan sejumlah wilayah lainnya. Situasi keamanan meningkat drastis ketika laporan mengenai gelombang rudal kedua mulai bermunculan.

Otoritas Israel segera mengaktifkan protokol darurat tingkat tinggi. Berbagai laporan media lokal menyebutkan bahwa langkah-langkah pengamanan diterapkan secara luas, termasuk gangguan operasional di Bandara Internasional Ben Gurion yang menjadi gerbang udara utama negara tersebut.

Iran menegaskan serangan itu merupakan respons langsung terhadap berlanjutnya operasi militer Israel di Lebanon yang menurut Teheran telah melanggar kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya disepakati.

Dalam pernyataan resmi, IRGC menyebut operasi tersebut sebagai peringatan awal dan bukan puncak dari respons yang telah disiapkan.

“Operasi malam ini hanyalah sebuah peringatan. Jika agresi kembali terulang, respons yang diberikan akan lebih luas dan mencakup seluruh target Amerika-Zionis di kawasan,” tegas IRGC.

Iran juga menuduh Amerika Serikat mengetahui dan mendukung berbagai operasi militer Israel yang berlangsung di Lebanon. Menurut Teheran, tindakan tersebut telah merusak berbagai upaya diplomasi regional dan memperbesar risiko perang yang lebih luas.

Sementara itu, militer Israel mengklaim sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat seluruh rudal yang diluncurkan Iran. Namun sejumlah media Israel melaporkan adanya kerusakan awal di wilayah Tiberias, meski rincian lengkap mengenai dampaknya belum diumumkan.

Ketegangan meningkat hanya beberapa jam setelah serangan udara Israel menghantam pinggiran Beirut dan menewaskan sedikitnya dua orang serta melukai belasan lainnya. Insiden itu menjadi pemicu langsung aksi balasan yang kini menyeret konflik ke level yang lebih berbahaya.

Komandan Markas Khatam al-Anbia IRGC, Jenderal Abdollahi, memperingatkan bahwa jika Israel kembali menyerang Lebanon atau membalas serangan rudal Iran, maka angkatan bersenjata Iran akan meluncurkan operasi yang jauh lebih besar.

Peringatan tersebut memunculkan kekhawatiran baru bahwa konflik yang selama ini terbatas pada serangan terukur dapat berkembang menjadi konfrontasi regional terbuka yang melibatkan lebih banyak aktor di Timur Tengah.

Dengan rudal yang terus diluncurkan, ancaman balasan yang semakin keras, serta meningkatnya kesiagaan militer di kedua kubu, kawasan Timur Tengah kini kembali berada di bawah bayang-bayang perang besar yang dapat mengubah peta keamanan regional dalam waktu singkat. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version