Connect with us

DUNIA

PM Malaysia Kecam Permukiman Ilegal Israel

Aktualitas.id -

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim melakukan percakapan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada 24 Juni 2025. (Telegram Anwar Ibrahim)

AKTUALITAS.ID – Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, melontarkan kecaman keras terhadap langkah brutal rezim Israel yang nekat menerbitkan tender pembangunan lebih dari 1.200 unit rumah baru di Tepi Barat. Proyek pemukiman ilegal bernama E1 Settlement Project ini dinilai sebagai langkah sistematis untuk membelah wilayah Tepi Barat sekaligus menghancurkan impian kemerdekaan Palestina.

Melalui pernyataan tegas di akun X pribadinya, Anwar menegaskan bahwa Malaysia tidak akan tinggal diam melihat kesewenang-wenangan tersebut.

“Saya tanpa ragu mengecam keputusan rezim Israel untuk mengeluarkan tender konstruksi untuk proyek permukiman E1,” tegas Anwar.

Kawasan E1 yang terletak di timur Yerusalem merupakan jalur krusial bagi kelangsungan hidup dan keutuhan wilayah negara Palestina. Meski hukum internasional telah berulang kali menyatakan bahwa pemukiman Israel di Tepi Barat adalah ilegal, rezim kolonial tersebut terus bertindak seolah kebal hukum.

BACA JUGA  Pangeran MBS Tegaskan Normalisasi dengan Israel Pupus Jika Tepi Barat Dicaplok

Anwar menyoroti bahwa langkah destruktif ini diambil di tengah gelombang kekerasan pemukim ekstremis terhadap warga sipil Palestina serta aksi genosida yang masih berlangsung di Gaza. Kondisi ini membuktikan bahwa Israel telah sepenuhnya membuang niat baik untuk berdamai dan terang-terangan meremehkan komunitas internasional.

Tak sekadar mengecam, PM Malaysia ini juga menyampaikan peringatan tajam kepada dunia korporasi global yang berniat mengambil keuntungan dari proyek ilegal tersebut.

“Malaysia akan mencatat dengan saksama setiap perusahaan internasional yang memilih untuk berpartisipasi dalam tender ini dan akan bertindak sesuai dengan itu,” ujar Anwar mengancam.

Proyek E1 sebenarnya telah memicu kontroversi sejak tahun lalu dan sempat tertahan akibat tekanan diplomasi dari Amerika Serikat. Namun, Israel secara sepihak memaksakan peresmiannya dan terus memperluas pemukiman ilegal di wilayah pendudukan, memicu kemarahan global yang kian memuncak. (Mun)

BACA JUGA  Sekjen PBB: Dunia Tak Boleh Terintimidasi Israel Soal Tepi Barat

TRENDING