Connect with us

DUNIA

Iran Ancam Blokir Minyak Jika Teluk Bantu AS

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah berada di titik nadir setelah Iran melayangkan gertakan terbuka kepada negara-negara tetangganya di kawasan Teluk. Teheran mengancam akan menghantam kepentingan ekonomi dan menghentikan seluruh pasokan ekspor minyak dari Selat Hormuz jika negara-negara Arab nekat membantu Amerika Serikat (AS) dalam “perang ekonomi”.

Peringatan bernada tinggi tersebut disuarakan oleh Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaee. Ia menegaskan bahwa Teheran tak ragu mengategorikan negara manapun di kawasan Teluk sebagai musuh jika mereka terbukti menyokong agenda sanksi dan isolasi Washington.

“Kami menyerukan kepada seluruh negara tetangga untuk tidak berpartisipasi dalam perang ekonomi bersama AS; jika tidak, kami akan menganggap mereka sebagai musuh. Jika negara-negara di sekitar Iran bergabung, kami akan menghantam kepentingan mereka,” tegas Rezaee, Sabtu (22/8/2026).

BACA JUGA  Negosiasi Gagal, Trump: Angkatan Laut AS Siap Blokade Hormuz

Ancaman tersebut tak main-main. Rezaee menggarisbawahi bahwa jika negara-negara Teluk berkolaborasi dengan AS, Iran akan menutup total keran ekspor energi kawasan. “Tidak akan ada satu tetes minyak pun yang dapat keluar dari Teluk Persia atau Selat Hormuz,” tambahnya seraya menjanjikan balasan destruktif setara guncangan gempa bumi terhadap AS.

Pernyataan keras ini menyusul manuver Presiden AS Donald Trump yang mengumumkan kampanye tekanan maksimal melalui “operasi ekonomi paling menghancurkan” untuk mengisolasi Teheran.

Hubungan kedua negara sebenarnya sempat mereda usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada Juni lalu lewat mediasi Qatar dan Pakistan. Namun, proses negosiasi kini macet total akibat perselisihan sengit terkait tata cara pelayaran di Selat Hormuzjalur urat nadi yang mengontrol rantai pasok minyak dan gas global. (Mun)

BACA JUGA  Agresi AS-Israel ke Iran Ancam Selat Hormuz dan Bab el Mandeb, Ekonomi Dunia di Ujung Risiko

TRENDING