Connect with us

DUNIA

247 Anak Jadi Korbanb Keracunan, Bos TK di China Dihukum Seumur Hidup

Aktualitas.id -

llustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Tragedi kelam dunia pendidikan terjadi di Provinsi Gansu, China. Sebanyak 247 anak prasekolah menjadi korban keracunan massal, bukan karena kelalaian, melainkan akibat kesengajaan pihak sekolah. Pengadilan pun mengambil langkah tegas dengan menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup bagi otak di balik kejahatan ini.

Pengadilan Rakyat Menengah Kota Lanzhou resmi menjatuhkan vonis penjara seumur hidup kepada Li Huifang, penanggung jawab Taman Kanak-Kanak Heshi Peixin di Distrik Maiji. Hak politiknya dicabut secara permanen, dan harta bendanya senilai CNY 500.000 (sekitar Rp 1,3 miliar) disita negara. Sementara itu, Zhu Jinglin selaku kepala sekolah eksekutif, diganjar 15 tahun penjara dan denda CNY 300.000 (sekitar Rp 812 juta).

Motif di balik kejahatan ini sangat di luar nalar. Li dan Zhu terbukti sah memerintahkan penambahan bahan beracun ke dalam kudapan anak-anak dan staf sekolah. Tujuannya hanya satu: membuat makanan tampak lebih berwarna, mencolok, dan menarik demi kepentingan pemasaran sekolah.

Empat pekerja dapur yang mengeksekusi perintah gila ini tidak luput dari jerat hukum, dengan vonis berkisar antara enam hingga delapan tahun penjara. Berdasarkan hasil investigasi, kudapan beracun ini diam-diam telah disajikan secara rutin setiap bulan sejak Mei 2024.

Dampaknya sangat fatal. Dari 251 anak yang diperiksa, 247 di antaranya positif memiliki kadar timbal yang tidak normal di dalam darah mereka. Seluruh korban langsung dilarikan untuk mendapatkan perawatan medis intensif dan intervensi nutrisi. Hingga pertengahan 2025, perawatan tahap pertama berhasil menurunkan rata-rata kadar timbal hingga 40,21%.

Skandal besar ini memicu kemarahan publik dan memaksa otoritas disipliner tingkat provinsi turun tangan memeriksa 10 pejabat setempat, termasuk direktur komisi kesehatan dan pimpinan Kota Tianshui. Pemerintah Provinsi Gansu kini berpacu memastikan pemulihan penuh ratusan anak yang nyaris menjadi korban fatal akibat strategi promosi murahan dan mematikan tersebut. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version