NASIONAL
Keracunan Massal Siswa di Bogor, Waka MPR:Desak Evaluasi Total Program MBG
AKTUALITAS.ID – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, menanggapi serius kasus keracunan massal yang menimpa ratusan siswa SD dan SMP di Kota Bogor. Insiden yang diduga berasal dari makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu menurutnya harus menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program tersebut.
Sebelumnya, diketahui 36 siswa di Kecamatan Tanah Sareal mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan yang diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bina Insani. Jumlah korban pun terus bertambah, hingga Sabtu (10/5) tercatat mencapai 171 siswa.
Eddy Soeparno, yang juga merupakan Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Bogor dan Cianjur, menegaskan insiden ini – termasuk kejadian serupa yang pernah terjadi di Cianjur – harus dijadikan pelajaran untuk memperbaiki sistem pelaksanaan MBG secara menyeluruh.
“Insiden di Bogor dan sebelumnya di Cianjur ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa upaya baik tersebut perlu terus dibarengi dengan penguatan sistem pelaksanaan di lapangan,” ujar Eddy.
Eddy menyatakan dukungannya terhadap langkah-langkah mitigasi dan penyelidikan yang telah diambil. Ia yakin bahwa evaluasi komprehensif akan menjadi pijakan kuat untuk meningkatkan kualitas dan keamanan program MBG ke depan.
“Evaluasi yang menyeluruh sangat penting, agar MBG tidak hanya memberikan manfaat dari sisi gizi, tetapi juga menjamin keamanan pangan dari hulu ke hilir,” tegasnya.
Wakil Ketua Umum PAN ini menekankan seluruh proses – mulai dari pemilihan bahan pangan, pengolahan, pengemasan, hingga distribusi – harus menjalani pengawasan ketat dan mengikuti standar kesehatan yang ketat.
“Program sebesar MBG menuntut perhatian ekstra pada aspek teknis. Jangan sampai niat baik justru membahayakan kesehatan anak-anak kita,” lanjut Eddy.
Lebih jauh, ia menyoroti pentingnya transparansi dan keterbukaan informasi kepada masyarakat, agar kepercayaan terhadap program-program pemerintah tetap terjaga.
“Komunikasi terbuka dengan masyarakat penting agar mereka merasa dilibatkan dan percaya bahwa setiap kejadian akan ditindaklanjuti untuk perbaikan ke depan,” pungkasnya. (Ari Wibowo/Mun)
-
OASE22/04/2026 05:00 WIBKiamat Pasti Datang! Ini Deretan Ayat Al-Qur’an yang Mengguncang Jiwa
-
NASIONAL22/04/2026 11:00 WIBHadapi Dampak Gejolak Global, Kapolri Perintahkan 7.000 Pasukan Brimob Siaga Penuh
-
POLITIK22/04/2026 10:00 WIBHeboh! Ratusan Kasus Asusila Libatkan Penyelenggara Pemilu
-
JABODETABEK22/04/2026 06:30 WIBKepergok Suara Berisik, Maling Bengkel Langsung Diringkus Warga
-
JABODETABEK22/04/2026 07:30 WIBUpdate Terbaru! SIM Keliling Jakarta Hadir di 5 Wilayah
-
JABODETABEK22/04/2026 08:30 WIBMaling Motor Kebayoran Lama Punya Kode Angka 7
-
FOTO22/04/2026 14:38 WIBMomentum Hari Kartini, Maxim Berikan Voucher BBM Gratis kepada Pengemudi Perempuan
-
PAPUA TENGAH22/04/2026 13:00 WIBJohannes Rettob Buka TMMD ke-128, Fokus Infrastruktur dan Pemberdayaan Warga