EKBIS
IHSG Dibuka Menguat ke Level 7.184, Sentimen Positif dari Ekonomi China dan Stimulus Domestik
AKTUALITAS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan pagi ini, Senin (20/1/2025), dengan catatan penguatan 0,42% ke level 7.184 pada pukul 09.07 WIB.
Kenaikan ini mencerminkan sentimen positif dari perbaikan ekonomi China yang diharapkan memberi dampak positif terhadap perekonomian Indonesia, khususnya kinerja ekspor.
Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, mencatat bahwa IHSG sebelumnya telah menguji resistance 7.130 pada Jumat (17/1/2025), namun pola doji yang terbentuk mengindikasikan potensi koreksi di awal pekan ini.
Meski demikian, Valdy memprediksi pergerakan IHSG masih akan fluktuatif di kisaran 7.100-7.150 pada hari ini.
Pendorong optimisme pasar datang dari ekspektasi pertumbuhan ekonomi China yang lebih baik dari perkiraan, dengan angka pertumbuhan 5,4% yoy pada kuartal IV/2024. Hal ini dipandang sebagai potensi penguatan ekonomi Indonesia, terutama dalam sektor ekspor.
Selain itu, stimulus fiskal dan moneter di dalam negeri yang terus berlanjut di awal tahun ini diyakini akan menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia, dengan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi di atas 5% pada kuartal I/2025.
Phintraco Sekuritas juga merekomendasikan sejumlah saham unggulan untuk dipertimbangkan investor, yaitu CPIN, ESSA, TINS, BRIS, MAPI, dan AMRT. (Enal Kaisar)
-
RAGAM07/06/2026 08:30 WIBSenyapnya Sesar Baribis Bisa Hancurkan Jakarta Kapan Saja
-
DUNIA07/06/2026 08:00 WIBKapal Perang AS Diserang Rudal-Drone Iran
-
JABODETABEK07/06/2026 09:30 WIBPelajar SMP di Bogor Robek Ditebas Tawuran Malam Jumat
-
NASIONAL07/06/2026 06:00 WIBDasco: Fiskal dan Moneter Kini Bergerak Seirama
-
OASE07/06/2026 05:00 WIBRahasia Kuatnya Perintah Salat dalam Al-Qur’an
-
RAGAM07/06/2026 14:00 WIBKisah Cinta Bung Karno dan Gadis Belanda yang Berakhir Jadi Pelajaran Hidup
-
JABODETABEK07/06/2026 06:30 WIBCek Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini
-
EKBIS07/06/2026 09:00 WIBBahlil Janji BBM & LPG Subsidi Haram Naik Sampai Akhir 2026

















