EKBIS
Bahas Penguatan Ekonomi Syariah RI, PBNU Gandeng Konsultan Singapura
AKTUALITAS.ID – Diskusi pemberdayaan pemuda melalui peningkatan keterampilan kejuruan, memperluas pelatihan keuangan Islam dan program kejuruan melalui jaringan akar rumput PBNU dan kemitraan internasional, integrasi keuangan sosial kelembagaan, dan penyaluran sebagian hasil untuk mendukung infrastruktur pendidikan, kesehatan, zakat, dan wakaf PBNU, demi memastikan distribusi yang adil dan keadilan sosial digelar PBNU di Jakarta.
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggandeng konsultan ekonomi Harvest Advisors Investment Management asal Singapura dalam membahas upaya penguatan ekonomi syariah di tanah air.
“Kegiatan ini merupakan acara yang diselenggarakan sebagai upaya PBNU untuk terlibat di dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia,” kata Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla di Jakarta, Rabu (11/6/2025).
Gus Ulil, sapaan akrabnya, mengatakan potensi ekonomi syariah di Indonesia sangat besar, namun pada implementasinya, Indonesia masih kalah dengan negara-negara di dunia Islam.
“Termasuk di Asia Tenggara, kita masih kalah dibandingkan dengan Malaysia misalnya,” kata dia.
Oleh karena itu, ujar Gus Ulil, diskusi ini bermaksud agar ekosistem ekonomi syariah di Indonesia bisa menjadi lebih kuat lagi.
Ia menilai upaya ini merupakan upaya yang ambisius, sebab sebelumnya PBNU belum pernah terlibat dalam hal ini.
“Ini proyek yang ambisius sekali karena teman-teman di sini, di dalam tim ini, itu berambisi menjadikan Indonesia sebagai halal hub atau pusat perdagangan/bisnis halal di kawasan di Asia Tenggara, juga di dunia nantinya,” ucap Gus Ulil.
Forum diskusi tersebut mengidentifikasi empat area prioritas untuk investasi yang sesuai dengan syariah, meliputi inovasi dan teknologi produk syariah, peluncuran platform investasi halal terintegrasi AI untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi.
Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah perwakilan dari pemangku kepentingan terkait seperti Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (KemenPPN/Bappenas), Bank Indonesia, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), serta pemangku kepentingan lainnya. (Yan Kusuma/goeh)
-
NASIONAL01/06/2026 18:00 WIBKonten Porno Tayang di JAKTV, Pengamat Minta KPI dan Komdigi Investigasi
-
NASIONAL01/06/2026 13:00 WIBJet PT Jhonlin Bawa Mama Sinta ke Jakarta?
-
NASIONAL01/06/2026 09:00 WIBSoekarno Guncang PBB dengan Pancasila
-
OTOTEK01/06/2026 08:30 WIBPassword Warga Indonesia Disebut Rawan Diretas dalam Hitungan Detik
-
PAPUA TENGAH01/06/2026 16:34 WIBDisdukcapil Mimika Permudah Akses Adminduk Warga Pesisir dengan Jemput Bola
-
RAGAM01/06/2026 06:00 WIBRahmat Bagja: PAW Rentan Disusupi Kepentingan Politik
-
PAPUA TENGAH01/06/2026 13:15 WIBDisdukcapil Mimika Targetkan 100 Pasangan Ikut Nikah Massal Gratis
-
FOTO01/06/2026 20:42 WIBFOTO: Golkar DKI Gelar Pengajian Ideologi Kebangsaan ke-IV