EKBIS
Harga Pangan Melonjak, Beras Premium hingga Minyakita Lebih Mahal dari HET
AKTUALITAS.ID – Harga pangan pokok di seluruh Indonesia mengalami kenaikan signifikan pada Rabu (3/9/2025), dengan beberapa komoditas kunci melampaui Harga Acuan Pembelian (HAP) maupun Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Data Badan Pangan Nasional pukul 07.30 WIB menunjukkan, harga beras premium di seluruh Indonesia rata-rata mencapai Rp16.360 per kilogram, melampaui HET Nasional sebesar Rp14.900 per kilogram. Kenaikan ini mencapai Rp1.460 per kilogram dari batas harga tertinggi yang diizinkan.
“Kondisi ini berdampak langsung pada keluarga menengah ke bawah yang mengalami peningkatan beban biaya hidup sehari-hari,” ujar analis pangan, Ahmad Rizki.
Kenaikan harga beras juga terjadi di berbagai zona dengan tingkat yang berbeda-beda. Di zona 1, harga beras mencapai Rp15.520 per kilogram (Rp620 di atas HET), zona 2 Rp16.637 per kilogram (Rp837 di atas HET), dan zona 3 mencapai Rp18.688 per kilogram (Rp2.888 di atas HET).
Sementara itu, harga minyak goreng menjadi perhatian khusus dengan Minyakita merek unggulan melonjak hingga Rp17.615 per liter, 12,20% lebih tinggi dari HET yang ditetapkan Rp15.700 per liter. Bahkan harga minyak goreng curah juga sudah di atas batas HET mencapai Rp17.065 per liter atau 8,69% di atas batas maksimal.
“Kenaikan harga minyak goreng ini berdampak pada seluruh industri pangan, terutama UMKM yang bergantung pada komoditas ini sebagai bahan baku utama,” jelas Ketua Asosiasi Pengusaha Kuliner Indonesia, Siti Nurhaliza.
Selain beras dan minyak goreng, harga telur ayam ras juga tercatat di atas HAP mencapai Rp30.244 per kilogram, meskipun harga daging ayam ras masih di bawah HAP sebesar Rp35.647 per kilogram.
Pemerintah mengaku sedang memantau perkembangan harga pangan ini dan berencana melakukan sejumlah langkah untuk menstabilkan harga. “Kami akan melakukan operasi pasar dan memastikan pasokan komoditas pangan terjaga,” ujar Kepala Badan Pangan Nasional, Budi Santoso.
Dengan semakin melonjaknya harga pangan, masyarakat diminta untuk lebih bijak dalam mengelola anggaran belanja sehari-hari sambil menunggu intervensi dari pemerintah untuk menstabilkan harga. (Firmansyah/Mun)
-
POLITIK16/07/2026 14:00 WIBAria Bima: Kuota 30 Persen Perempuan Jadi PR Besar Parpol
-
RIAU16/07/2026 18:35 WIBPemuda Kampar Diduga Tenggelam Usai Standing di Jembatan Rantau Berangin
-
POLITIK16/07/2026 13:38 WIBKritik Standar Ganda DKPP, JPPR Desak Tio Aliansyah Dinonaktifkan Sementara
-
EKBIS16/07/2026 20:00 WIBDari Aset Jiwasraya ke IPO COIN, Ekonom Pertanyakan Tata Kelola dan Transparansi Pemilik Manfaat
-
NASIONAL16/07/2026 21:00 WIBAkhir Juli, Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Pajak JHT dan Outsourcing
-
OTOTEK16/07/2026 13:30 WIBGoogle Terancam Masalah Hukum soal Android
-
EKBIS16/07/2026 23:35 WIBIndodax Langgar Aturan OJK dan Bappebti, Polri: Bisa di Pidana
-
NASIONAL16/07/2026 15:00 WIBMandat Komnas Perempuan Diperluas, Rieke: Perlindungan Korban Masih Belum Optimal

















