Connect with us

EKBIS

Emas Melemah Lagi di Awal Pekan

Aktualitas.id -

Emas Antam, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami penurunan pada perdagangan Senin (4/5/2026). Tren pelemahan ini melanjutkan pergerakan fluktuatif harga emas dalam beberapa hari terakhir.

Mengacu pada laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam hari ini turun Rp1.000 menjadi Rp2.795.000 per gram. Sebelumnya, pada Sabtu (2/5/2026), harga emas juga tercatat melemah Rp3.000 ke posisi Rp2.796.000 per gram.

Padahal, pada Jumat (1/5/2026), harga emas sempat melonjak signifikan sebesar Rp30.000 hingga menyentuh Rp2.799.000 per gram. Adapun rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) emas Antam tercatat di level Rp3.168.000 per gram pada 29 Januari 2026.

Tak hanya harga jual, nilai buyback atau harga beli kembali emas Antam juga ikut turun Rp1.000 menjadi Rp2.585.000 per gram pada hari ini.

Pergerakan harga emas yang cenderung fluktuatif ini mencerminkan dinamika pasar global, termasuk pergerakan dolar AS serta sentimen ekonomi internasional yang masih berubah-ubah.

Perlu diketahui, transaksi emas batangan dikenakan pajak sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017. Untuk penjualan kembali emas dengan nilai di atas Rp10 juta, dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5% bagi pemilik NPWP dan 3% bagi non-NPWP.

Sementara itu, untuk pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45% bagi pemegang NPWP dan 0,9% bagi non-NPWP. Setiap transaksi pembelian akan disertai bukti potong pajak.

Berikut rincian harga emas batangan Antam per Senin (4/5/2026), belum termasuk pajak:

0,5 gram: Rp1.447.500

1 gram: Rp2.795.000

2 gram: Rp5.530.000

3 gram: Rp8.270.000

5 gram: Rp13.750.000

10 gram: Rp27.445.000

25 gram: Rp68.487.000

50 gram: Rp136.845.000

100 gram: Rp273.712.000

250 gram: Rp684.015.000

500 gram: Rp1.367.820.000

1.000 gram: Rp2.735.600.000

Dengan tren yang masih fluktuatif, pelaku pasar disarankan untuk mencermati pergerakan harga emas global serta nilai tukar rupiah sebelum mengambil keputusan investasi. (Firman/Mun)

TRENDING