EKBIS
Harga Minyak Dunia Ambruk
AKTUALITAS.ID – Harga minyak dunia kembali bergerak turun pada perdagangan Kamis (18/6/2026). Pasar energi global langsung merespons positif kesepakatan sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang membuka peluang berakhirnya ketegangan di Timur Tengah sekaligus mengembalikan pasokan minyak Iran ke pasar internasional.
Mengacu pada perdagangan internasional, harga minyak mentah Brent turun sekitar 1,1 persen ke level US$78,66 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi sekitar 1,3 persen menjadi US$75,81 per barel.
Penurunan ini memperpanjang pelemahan harga minyak setelah pelaku pasar mulai memperhitungkan kemungkinan meningkatnya pasokan global. Kesepakatan sementara Washington dan Teheran membuka jalan bagi pencabutan sanksi ekspor minyak Iran serta normalisasi pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu urat nadi distribusi energi dunia.
Optimisme terhadap pulihnya pasokan membuat premi risiko geopolitik di pasar minyak mulai berkurang. Investor kini menilai potensi gangguan pasokan dari Timur Tengah tidak lagi sebesar beberapa pekan sebelumnya.
Meski demikian, pasar masih dibayangi ketidakpastian. Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengingatkan bahwa langkah militer dapat kembali dipertimbangkan apabila Iran tidak memenuhi komitmen dalam proses negosiasi. Pernyataan tersebut sempat mendorong harga minyak menguat pada perdagangan sehari sebelumnya sebelum akhirnya kembali terkoreksi.
Analis pasar menilai fokus investor kini bergeser dari isu konflik menuju potensi kelebihan pasokan (oversupply). Jika ekspor minyak Iran kembali normal dan produksi negara-negara Timur Tengah meningkat, keseimbangan pasar energi global berpotensi berubah secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang.
Selain faktor geopolitik, arah kebijakan moneter Amerika Serikat juga menjadi perhatian utama. Ekspektasi bahwa Federal Reserve masih membuka peluang kenaikan suku bunga dinilai dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi global, yang pada akhirnya berpotensi mengurangi permintaan terhadap energi.
Kombinasi meningkatnya prospek pasokan minyak dan kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi membuat pelaku pasar memilih mengambil posisi hati-hati. Selama kedua sentimen tersebut masih mendominasi, harga minyak dunia diperkirakan akan tetap bergerak fluktuatif dengan kecenderungan berada di bawah tekanan. (Firman/Mun)
-
NASIONAL06/11/2026 06:00 WIBAksi Seribu Lilin, LPI DesakBongkar Otak di Balik Penyadapan Prabowo
-
POLITIK06/11/2026 07:00 WIBKursi Wapres Digoyang, Ayah Gibran: Hormati Hukum
-
NASIONAL06/11/2026 15:30 WIBStudi ke Vietnam, P4N Angkatan LXX Lemhannas Dalami Strategi Ekonomi dan Energi
-
NASIONAL06/11/2026 05:00 WIBDKPP Resmi Lantik 228 Pengawas Etik Pemilu se-Indonesia
-
EKBIS06/11/2026 10:00 WIBGurita Bisnis Berjatuhan, Harta Gibran Malah Meroket Tembus Rp27,9 Miliar
-
DUNIA06/11/2026 08:00 WIBDonasi Raksasa Musk Tak Selamatkan Republik
-
NASIONAL06/11/2026 09:00 WIBCak Imin: Kapolri Selamatkan Marwah Presiden
-
NASIONAL06/11/2026 11:00 WIBKepala Bakom: Pelaku Penyadapan Presiden Adalah Pengkhianatan Negara