Connect with us

EKBIS

IHSG Jeblok! 3 Saham Bank Jumbo Ikut Terseret

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Bursa saham Indonesia langsung berubah arah. IHSG yang sempat menguat pada menit awal perdagangan Selasa (15/9/2026), mendadak berbalik terjun lebih dari 1 persen. Tekanan jual menghantam sejumlah saham berkapitalisasi besar dan menyeret indeks ke zona merah.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, pukul 09.09 WIB, IHSG berada di level 6.463,97, merosot 70,72 poin atau 1,08 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level 6.534,69.

Padahal, IHSG sempat membuka perdagangan di level 6.544,77 dan bahkan menyentuh titik tertinggi 6.549,60. Namun, momentum tersebut tak bertahan lama.

Tekanan jual kemudian membawa IHSG merosot hingga level terendah 6.462,85.

Data RTI hingga sekitar pukul 09.08 WIB juga menunjukkan pergerakan pasar yang didominasi saham merah. Sebanyak 279 saham melemah, 194 saham menguat, sementara 222 saham bergerak stagnan.

BACA JUGA  Awal Pekan, IHSG Dibuka Menguat 12 Poin ke Level 6.139

Nilai transaksi pada periode tersebut mencapai sekitar Rp1,519 triliun, dengan volume perdagangan 2,804 miliar saham.

Tekanan semakin terlihat pada sejumlah saham berkapitalisasi besar. Bayan Resources (BYAN) merosot 6,8 persen, menjadi salah satu pemberat utama pergerakan indeks.

Tekanan juga datang dari sektor perbankan jumbo. Saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun 2,35 persen, Bank Mandiri (BMRI) melemah 2,03 persen, sedangkan Bank Central Asia (BBCA) terkoreksi 1,92 persen.

Kondisi ini membuat penguatan IHSG pada pembukaan perdagangan seolah hanya menjadi pemanis sesaat. Indeks dengan cepat kehilangan tenaga setelah tekanan jual mengambil alih.

Meski pasar secara umum tertekan, sejumlah saham justru mampu mencatatkan kenaikan dan masuk jajaran top gainers. Salah satunya adalah PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX).

BACA JUGA  Sesi Pembukaan IHSG Naik di Level 4.655

Di tengah volatilitas tersebut, Reliance Sekuritas masih melihat peluang IHSG untuk menguat. Secara teknikal, IHSG diproyeksikan bergerak dalam rentang support 6.460 hingga resistance 6.611.

Reliance Sekuritas mencatat candle terakhir IHSG membentuk pola doji yang dinilai sebagai pola pembalikan arah. Posisi tersebut berada di sekitar MA20, sementara indikator Stochastic menunjukkan death cross.

Meski demikian, riset Reliance Sekuritas tetap memperkirakan IHSG berpotensi menguat pada perdagangan hari ini.

Untuk saham pilihan, Reliance Sekuritas merekomendasikan PGEO, SCMA, DMAS, dan COCO.

Tekanan tidak hanya datang dari dalam negeri. Mayoritas indeks saham Asia pada pagi hari juga berada di zona merah. Nikkei 225 turun 0,57 persen, sementara Kospi melemah 0,84 persen.

BACA JUGA  Rabu Pagi, IHSG Dibuka Negatif di 5.210

Dengan kombinasi tekanan saham jumbo, pelemahan bursa kawasan, dan sentimen domestik-global, perdagangan IHSG hari ini diperkirakan masih akan berlangsung volatil.

Pertarungan berikutnya berada di area 6.460. Jika tekanan jual terus membesar, level tersebut menjadi batas penting yang akan diperhatikan pasar.(Firman/Mun)

TRENDING