JABODETABEK
Polda Metro Jaya Alihkan Demo Mahasiswa dari Bundaran HI ke Patung Kuda dan DPR
AKTUALITAS.ID – Polda Metro Jaya mengalihkan lokasi aksi demonstrasi mahasiswa yang semula direncanakan berlangsung di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Jumat (12/6/2026), ke kawasan Patung Kuda atau depan Gedung DPR/MPR RI.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan komunikasi dengan massa aksi telah dilakukan melalui Direktorat Intelijen. Hasil koordinasi mengarah pada pemindahan titik konsentrasi massa ke lokasi yang dinilai lebih sesuai untuk kegiatan penyampaian pendapat di muka umum.
“Kami dari Direktorat Intelijen sudah berkomunikasi untuk mengalihkan titik di Bundaran HI ke sekitar Patung Kuda ataupun di depan DPR/MPR,” kata Budi kepada wartawan, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, Bundaran HI merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi, bisnis, dan mobilitas masyarakat di Jakarta sehingga kurang ideal digunakan sebagai lokasi demonstrasi berskala besar.
“Bundaran HI bukan merupakan tempat untuk menyampaikan aspirasi. Di sana terdapat berbagai kegiatan perekonomian dan aktivitas masyarakat lainnya, sehingga kita perlu saling memahami dan menghormati,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban selama aksi berlangsung, Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 6.088 personel gabungan TNI dan Polri. Ribuan personel tersebut akan ditempatkan di sejumlah titik strategis yang diperkirakan menjadi pusat konsentrasi massa.
Pengamanan difokuskan di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Bundaran HI, Patung Kuda, dan Cikini Raya. Kehadiran aparat, menurut Budi, bertujuan menjamin masyarakat dapat menyampaikan aspirasi secara aman tanpa mengganggu kepentingan publik lainnya.
“Penyampaian aspirasi di muka umum dilindungi undang-undang. Kehadiran petugas TNI dan Polri bertujuan menjamin agar aspirasi yang disampaikan mahasiswa dapat berjalan dengan aman dan tertib,” katanya.
Budi menambahkan seluruh personel telah menerima arahan langsung dari Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri untuk mengedepankan pendekatan persuasif selama pengamanan berlangsung.
“Tadi kita mendengarkan langsung arahan Bapak Kapolda Metro Jaya bahwa petugas yang melaksanakan pengamanan harus sabar, humanis, dan tidak terprovokasi,” ujarnya.
Selain mengedepankan pendekatan humanis, Polda Metro Jaya juga memastikan tidak ada personel yang membawa senjata api saat bertugas mengamankan aksi mahasiswa.
“Tidak ada petugas TNI maupun Polri yang membawa senjata api dalam pelayanan pengamanan aksi penyampaian pendapat ini,” kata Budi.(Micko)
-
NASIONAL27/07/2026 18:31 WIBTiga Kali Ganti Pimpinan BGN, Namun Tak Satupun yang Punya Latar Belakang Ahli Gizi
-
POLITIK27/07/2026 09:00 WIB30 Tahun Kudatuli Luka Demokrasi Belum Sembuh
-
FOTO27/07/2026 16:00 WIBFOTO: Pemerintah Terima Surat Pengunduran Diri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo
-
NASIONAL27/07/2026 09:15 WIBMendadak Mundur! Perry Warjiyo Tinggalkan Jabatan Gubernur BI
-
OASE27/07/2026 05:00 WIBMakna Api dalam Al-Qur’an Lebih Dalam dari yang Dibayangkan
-
NASIONAL27/07/2026 10:00 WIBKPK: Penyuap Bupati Rejang Lebong Diduga Juga Setor ke Pejabat Bengkulu
-
JABODETABEK27/07/2026 05:30 WIBBMKG Prediksi Suhu Jakarta Tembus 35 Derajat Hari Ini
-
NASIONAL27/07/2026 10:15 WIBIstana Bantah Isu di Balik Mundurnya Perry Warjiyo

















