Connect with us

JABODETABEK

Kericuhan DPR Meluas, Satu Orang Dikabarkan Tewas di Tengah Chaos

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Kericuhan setelah demonstrasi di sekitar Gedung DPR/MPR RI meluas hingga sejumlah kawasan di Jakarta pada Kamis (27/8/2026) malam hingga Jumat dini hari. Slipi, Pejompongan, dan Petamburan menjadi titik-titik yang masih dipenuhi kerumunan ketika situasi belum sepenuhnya terkendali.

Di tengah kericuhan itu, muncul kabar mengenai satu orang yang dikabarkan meninggal dunia. Informasi tersebut mencuat setelah sebuah video beredar di media sosial yang memperlihatkan seseorang tergeletak di tengah situasi ricuh sebelum tubuhnya terlihat diseret sejumlah orang.

Namun hingga Jumat siang, belum ada keterangan resmi dari kepolisian yang mengonfirmasi identitas, kondisi, maupun penyebab kematian orang dalam video tersebut.

Kronologi lengkap kejadian juga belum dapat dipastikan secara independen. Rekaman yang beredar hanya memperlihatkan situasi di tengah kerumunan, sementara keterkaitan orang tersebut dengan rangkaian kericuhan masih menunggu hasil pemeriksaan aparat.

BACA JUGA  Pemprov DKI Sesalkan Aksi Perusakan CCTV

Keramaian dilaporkan masih terlihat di sejumlah titik di kawasan Slipi dan Petamburan hingga sekitar pukul 03.00 WIB. Sebagian massa bergerak menuju Simpang Slipi dan Pejompongan.

Di beberapa titik, benda-benda terlihat terbakar di badan jalan. Aroma gas air mata juga masih terasa di sekitar lokasi, menandakan ketegangan belum sepenuhnya mereda meski kawasan DPR mulai ditinggalkan massa.

Polda Metro Jaya sebelumnya menyatakan massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), yang menggelar aksi demonstrasi di DPR, telah meninggalkan kawasan parlemen secara bertahap sejak sekitar pukul 12.30 WIB.

Massa AMPB membubarkan diri setelah perwakilan mereka diterima pimpinan DPR dan memperoleh komitmen terkait RUU Perampasan Aset.

Menurut kepolisian, kelompok yang kemudian terlibat dalam kericuhan pada malam hari bukan bagian dari massa AMPB.

BACA JUGA  Pengamat Hukum Dukung Langkah Presiden Dorong RUU Perampasan Aset

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan aparat mulai melakukan pembubaran secara bertahap terhadap kelompok yang masih bertahan di sekitar kompleks parlemen sejak sekitar pukul 19.00 WIB.

Water cannon dikerahkan untuk mendorong massa meninggalkan kawasan tersebut. Namun, ketegangan kemudian bergeser dan meluas ke sejumlah wilayah di sekitar Slipi dan Pejompongan hingga menjelang tengah malam.

Kericuhan itu meninggalkan jejak kerusakan di sejumlah fasilitas umum. Dua pos polisi di kawasan Slipi dilaporkan mengalami kerusakan. Separator Transjakarta dan sejumlah kendaraan juga turut menjadi sasaran.

Sebuah sepeda motor terlihat terbakar di Jalan Pejompongan Raya.

Situasi di sekitar lokasi kericuhan turut berdampak terhadap perjalanan Commuter Line relasi Rangkasbitung–Tanah Abang.

BACA JUGA  FOTO: DPR Terima Audiensi AMPB di Tengah Aksi Tuntut RUU Perampasan Aset

Perjalanan kereta dari arah Rangkasbitung sempat dibatasi hingga Stasiun Palmerah sebelum kembali diberangkatkan ke arah sebaliknya. Pengaturan perjalanan tersebut dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi keamanan dan keselamatan.

Pada Jumat pagi, aparat TNI dan kepolisian masih terlihat berjaga di sejumlah titik di Pejompongan dan Slipi. Arus lalu lintas mulai berangsur normal setelah sebagian besar kerumunan meninggalkan lokasi.

Aparat masih melakukan pendataan terhadap kerusakan serta mendalami pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kericuhan.

Sementara itu, kabar mengenai adanya korban meninggal masih menjadi tanda tanya. Hingga berita ini diterbitkan, Polda Metro Jaya belum memberikan konfirmasi resmi terkait informasi tersebut.

Identitas orang yang terlihat dalam video, penyebab kematiannya, serta apakah peristiwa itu berkaitan langsung dengan kericuhan masih menunggu hasil pemeriksaan resmi. (Andrey/Mun)

TRENDING