JABODETABEK
Kebakaran Kontrakan Petakan Renggut Nyawa Balita 4 Tahun
AKTUALITAS.ID – Nasib nahas menimpa sebuah keluarga di Cakung, Jakarta Timur. Kebakaran hebat yang melahap deretan kontrakan petakan di Jalan Pelajar pada Jumat (2/10/2026) siang, merenggut nyawa seorang balita laki-laki berusia empat tahun, dan memisahkannya secara tragis dari saudari kembarnya.
Petaka memilukan ini terjadi saat kedua orang tua korban tengah banting tulang bekerja. Si kembar yang biasanya dititipkan ke rumah kerabat, hari itu dijaga oleh sang kakak yang baru berusia 12 tahun lantaran sedang libur sekolah. Ketiganya tengah beristirahat di dalam rumah dengan kondisi pintu terkunci dari dalam.
Tiba-tiba, percikan api diduga muncul dari korsleting listrik pada colokan kulkas. Api dengan cepat membesar dan membakar barang-barang di sekitarnya.
Ketua RT setempat, Marzuki, menceritakan detik-detik mencekam tersebut. Kepanikan pecah saat warga mendengar jeritan histeris dari kakak korban. Warga yang baru pulang salat Jumat langsung mendobrak pintu kontrakan yang terkunci dan berhasil mengeluarkan sang kakak.
Nahas, dalam situasi yang kacau balau, warga dan sang kakak sempat melupakan keberadaan si kembar di dalam rumah.
“Kita enggak ngeh si kembar itu. Akhirnya kakaknya bilang, ‘Ada dua, ada adik, ada adik!’. Warga langsung balik masuk ke dalam rumah,” ujar Marzuki pada Sabtu (3/10/2026).
Satu warga bernyali besar nekat menerobos kepungan asap dan hawa panas yang mulai meruntuhkan atap. Ajaibnya, sang balita perempuan berhasil diselamatkan dengan luka bakar. Namun, kobaran api yang makin mengamuk membuat warga tak bisa lagi menjangkau saudara kembarnya yang tertinggal.
Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur yang tiba sepuluh menit kemudian mengerahkan tujuh unit mobil pemadam dengan 35 personel. Butuh waktu sekitar satu jam hingga api benar-benar padam pada pukul 15.05 WIB.
Pemandangan memilukan tersaji usai pendinginan. Balita laki-laki malang itu ditemukan tewas dengan posisi duduk di pojok dekat kamar. Mainan mobil-mobilan dan sepeda kecil milik korban tampak meleleh tak bersisa bersama bangunan yang hangus menghitam.
Tragedi ini nyaris memakan korban jiwa tambahan saat ayah si kembar tiba di lokasi usai mendengar kabar buruk tersebut. Diliputi kepanikan luar biasa, sang ayah nyaris menerobos masuk ke puing-puing rumahnya yang masih berasap untuk mencari anaknya.
“Bapaknya mau masuk, kita larang karena bahaya. Kita tenangin dulu, khawatir kalau langsung dikasih tahu,” pungkas Marzuki.
Selain merenggut nyawa sang balita, insiden ini juga menghanguskan tiga rumah kontrakan lainnya. Kini, garis polisi telah melintang di lokasi kejadian, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang kehilangan malaikat kecilnya di balik puing-puing sisa kebakaran. (Irawan/Mun)
-
OASE04/10/2026 05:00 WIBJin Itu Ada, Tapi Jangan Asal Percaya Hantu
-
RAGAM04/10/2026 15:35 WIBAzka Corbuzier Debut Akting Lewat Home, Almost, Tayang Perdana di New York
-
EKBIS04/10/2026 07:00 WIBZulhas: Gaji Manajer Kopdes Rp8,3 Juta Bersumber dari APBN
-
NASIONAL04/10/2026 06:00 WIBAncaman Air Bah Mengintai, Ijeck ‘Sidak’ Langsung Benteng Raksasa Sungai Sei Padang
-
NASIONAL04/10/2026 13:00 WIBGerebek Klaten! Densus 88 Ringkus 2 Terduga Teroris di Kontrakan
-
NUSANTARA04/10/2026 13:30 WIBBMKG Bongkar Penyebab Udara Makassar Mendadak Tak Sehat
-
DUNIA04/10/2026 15:00 WIB1.540 Milisi Houthi Tumbang Dihantam 474 Serangan Militer Yaman
-
JABODETABEK04/10/2026 05:30 WIBBMKG: Sore Hujan Petir di Jakarta
















