NASIONAL
Menteri PPMI akan Tindak Tegas Penyalur Nakal yang Langgar Aturan
AKTUALITAS.ID – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) sekaligus Kepala BP2MI, Abdul Kadir Karding, berkomitmen untuk menindak tegas penyalur tenaga kerja migran yang melanggar aturan. Ia menegaskan tidak akan segan memangkas para penyalur tenaga kerja di sektor formal dan nonformal yang terbukti nakal atau tidak patuh terhadap peraturan.
“Kami akan bertindak tegas, meski tidak perlu diumbar. Jika ditemukan pelanggaran, mereka akan terhapus secara otomatis dari sistem yang sedang kami siapkan,” ujar Karding di Jakarta, Selasa (22/10/2024), setelah memberikan arahan kepada pegawai Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.
Langkah tegas ini juga akan diterapkan pada perusahaan pemberi kerja yang melanggar aturan terkait upah dan kewajiban lainnya. Bahkan, sanksi seperti mutasi akan diberikan kepada staf kementerian hingga jajaran direktur yang terbukti melakukan pelanggaran.
Abdul Karding optimistis, dengan kebijakan ini, kepatuhan penyalur tenaga kerja migran akan meningkat, sekaligus memperkuat perlindungan terhadap pekerja migran yang menjadi pahlawan devisa bagi negara.
Dari data BP2MI, sepanjang Januari hingga Agustus 2024, sebanyak 207.090 pekerja migran telah ditempatkan di berbagai negara, dengan kontribusi devisa sebesar Rp227 triliun. Karding berharap melalui kebijakan ini, penempatan pekerja migran, terutama yang memiliki keterampilan tinggi, akan terus meningkat. (Yan Kusuma)
-
POLITIK27/09/2026 06:00 WIBPSI: Urusan Pemilu Kok Nggak Kelar-Kelar
-
DUNIA26/09/2026 21:00 WIBPelabuhan Minyak Saudi Diserang Houthi, Prancis Langsung Kirim Pasukan Elit
-
JABODETABEK27/09/2026 05:30 WIBBMKG: Jakarta Berawan Seharian Minggu Ini
-
NUSANTARA26/09/2026 22:00 WIBTanggul Jebol! Banjir Setinggi Pinggang Hantam Aceh Tenggara
-
EKBIS26/09/2026 20:00 WIBStok Beras 4,6 Juta Ton, Amran Heran: Kenapa Harga Belum Turun?
-
NASIONAL26/09/2026 23:00 WIBTipu Investor Malaysia Rp58,5 Miliar, Kombes F Resmi Masuk ‘Kandang’ Propam
-
DUNIA27/09/2026 00:00 WIBKota-Kota di Libya Lumpuh Diterjang Banjir Besar
-
NUSANTARA27/09/2026 07:30 WIBKarhutla Rinjani Belum Terkendali

















