Connect with us

NASIONAL

Beda Sikap Muhammadiyah: Muhadjir Dukung Prabowo Evakuasi Warga Gaza

Aktualitas.id -

Penasehat Khusus Presiden Prabowo bidang haji, Muhadjir Effendi, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Rencana Presiden Prabowo Subianto untuk mengevakuasi ribuan pengungsi dari Gaza, Palestina ke Indonesia mendapat dukungan dari Ketua PP Muhammadiyah bidang ekonomi, bisnis, dan industri halal, Muhadjir Effendi. Menurutnya, langkah tersebut adalah bagian dari niat baik untuk membantu bangsa Palestina dan mencegah hilangnya generasi yang akan meneruskan perjuangan mereka.

Muhadjir, yang juga menjabat sebagai Penasehat Khusus Presiden Prabowo bidang haji, menekankan rencana ini didorong oleh kepentingan pendidikan bagi generasi muda Palestina. “Mudah-mudahan yang saya pahami itu tidak keliru. Yang dievakuasi adalah mereka yang mendapat kesempatan pendidikan tinggi di sini,” ujar Muhadjir saat ditemui usai acara halalbihalal di Universitas Muhammadiyah Jember.

Pernyataan Muhadjir ini menyoroti perbedaan sikap di kalangan pengurus Muhammadiyah mengenai rencana tersebut. Sementara Muhadjir melihatnya sebagai upaya yang positif, Ketua PP Muhammadiyah bidang UMKM, Anwar Abbas, mengkhawatirkan rencana tersebut dapat dihubungkan dengan strategi penguasaan wilayah Gaza oleh Amerika Serikat dan Israel.

Muhadjir menyampaikan saat ini sudah ada pemuda Palestina yang belajar di Indonesia berkat upaya Muhammadiyah yang telah aktif memberikan bantuan dan peluang pendidikan. “Kami telah mendatangkan anak-anak Palestina untuk bersekolah di sini, baik di tingkat MBS maupun perguruan tinggi Muhammadiyah,” lanjutnya.

Lebih jauh, Muhadjir menegaskan pentingnya langkah evakuasi ini sebagai respons terhadap kondisi sulit yang dialami anak-anak di Gaza akibat konflik yang berkepanjangan. “Ini penting sekali untuk mencegah hilangnya generasi, lost generation di Palestina,” tegasnya. Dia menambahkan setelah serangan Israel, banyak dari anak-anak yang kehilangan kesempatan untuk belajar dan tumbuh dengan baik.

Kendati ada kekhawatiran yang muncul, Muhadjir menjelaskan jumlah pengungsi yang diusulkan untuk dibawa ke Indonesia hanya sekitar seribu orang, sehingga tidak relevan jika dibandingkan dengan rencana pengosongan wilayah Gaza yang dikaitkan dengan kebijakan Presiden Trump. “Ini agenda murni kemanusiaan dan pertimbangan strategis, bukan untuk kepentingan politik,” ungkapnya.

Muhadjir menyatakan harapannya agar rencana pemerintah mendatangkan pengungsi Gaza dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. “Palestina adalah perjuangan jangka panjang, dan kami harus menyiapkan generasi penerus yang mampu meneruskan cita-cita kemerdekaan,” tutupnya.

Rencana ini pun menandai komitmen Indonesia dalam mendukung pendidikan dan pembangunan masa depan bagi anak-anak Palestina. (Mun/Yan Kusuma)

TRENDING

Exit mobile version