NASIONAL
Eddy Soeparno: Indonesia Bisa Jadi Raja Energi Hijau Dunia
AKTUALITAS.ID – Memanasnya konflik di Timur Tengah dinilai menjadi pengingat keras betapa rapuhnya sistem energi global. Namun, Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menegaskan Indonesia tidak boleh menjadikan krisis geopolitik sebagai satu-satunya alasan untuk mempercepat transisi energi.
Menurut Eddy, transisi menuju energi bersih merupakan strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan energi nasional, menjaga daya saing ekonomi, sekaligus menghadapi ancaman perubahan iklim yang semakin nyata.
Pernyataan itu disampaikan Eddy saat menjadi pembicara utama dalam forum Ekoniklim 2026 yang digelar CNBC Indonesia bersama Climate Policy Initiative (CPI) di Jakarta, Selasa (28/7/2026).
“Konflik di Timur Tengah memang mengingatkan kita betapa rentannya sistem energi global terhadap gejolak geopolitik. Namun ada atau tidak ada konflik, transisi energi adalah kebutuhan sekaligus keniscayaan bagi Indonesia,” ujar Eddy.
Ia menegaskan, konflik internasional bisa saja mereda sewaktu-waktu, tetapi kebutuhan membangun sistem energi nasional yang tangguh, bersih, dan kompetitif akan tetap menjadi pekerjaan besar Indonesia dalam jangka panjang.
Eddy mengingatkan pemerintah agar tidak menyusun kebijakan energi hanya untuk menjawab krisis sesaat, seperti lonjakan harga minyak atau gangguan pasokan energi global. Menurutnya, pendekatan seperti itu justru membuat arah pembangunan energi selalu bersifat reaktif.
“Kalau orientasi kita hanya pada krisis hari ini, maka kebijakan energi kita akan selalu bersifat reaktif. Yang kita perlukan adalah visi jangka panjang hingga 2045, 2060, bahkan seterusnya,” tegasnya.
Politikus PAN itu juga menyoroti besarnya potensi energi baru dan terbarukan (EBT) Indonesia yang diperkirakan mencapai sekitar 3.600 gigawatt (GW). Selain itu, Indonesia memiliki kekayaan hutan, gambut, mangrove, hingga potensi pengembangan Carbon Capture Storage (CCS/CCUS) dan ekonomi karbon yang dinilai mampu menarik investasi dalam skala besar.
Meski demikian, pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia hingga kini masih jauh dari optimal. Karena itu, Eddy mengingatkan agar Indonesia tidak terjebak dalam anggapan bahwa ketahanan energi hanya dapat dicapai melalui energi fosil.
Menurutnya, negara yang terlalu bergantung pada bahan bakar fosil akan selalu rentan terhadap gejolak harga energi dunia dan ketidakpastian geopolitik.
Karena itu, ia menilai transisi energi yang dilakukan secara bertahap, terencana, dan tetap menjaga keterjangkauan harga merupakan fondasi penting bagi ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.
Eddy menutup dengan menegaskan bahwa Indonesia harus mampu menjaga keseimbangan antara ketersediaan energi, harga yang terjangkau, dan keandalan sistem kelistrikan, sehingga proses transisi energi dapat berlangsung secara adil tanpa menghambat pertumbuhan ekonomi maupun kesejahteraan masyarakat. (Mun)
-
POLITIK28/07/2026 13:00 WIBBawaslu Catat 409 Tim Mahasiswa Siap Bongkar Masalah Pemilu
-
EKBIS28/07/2026 11:30 WIBEmas Antam Jeblok Rp9.000 per Gram
-
DUNIA28/07/2026 12:00 WIBTrump Ancam Hantam Iran Lagi
-
RAGAM28/07/2026 16:30 WIBNama Bung Hatta Diabadikan untuk Spesies Baru Jadi Begonia hattae
-
JABODETABEK28/07/2026 12:30 WIBTragis! Rebutan Sate Taichan Berujung Tewasnya Prajurit TNI
-
RIAU29/07/2026 00:01 WIBPolisi Tahan Tengku Fauzi dalam Dugaan Kasus Korupsi Anggaran Satpol PP
-
OLAHRAGA28/07/2026 17:00 WIBTimnas Indonesia Menang 5-1, Herdman Tetap Tetap akan Evaluasi Pemain
-
EKBIS28/07/2026 16:00 WIBIndonesia-Australia Kembangkan Dadahup Jadi Model Pertanian Rawa Modern