NASIONAL
Gus Kikin Diminta Berani Bersihkan Konflik Internal PBNU
AKTUALITAS.ID – Pucuk pimpinan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di bawah kepemimpinan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) dihadapkan pada ujian berat. Tokoh Muda Nahdlatul Ulama, HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur, secara tegas mendesak Gus Kikin untuk segera melakukan reformasi total dan memutus mata rantai konflik internal di tubuh organisasi Islam terbesar di Indonesia ini.
Gus Lilur menilai momentum transisi kepemimpinan pasca-Muktamar harus dimanfaatkan untuk membersihkan struktur kepengurusan dari figur-figur yang memiliki rekam jejak bermasalah serta kultur transaksional yang mencoreng marwah organisasi.
Sebagai pengingat, ia menyoroti kasus yang pernah menjerat mantan Bendahara Umum PBNU, Mardani H. Maming, hingga berujung penonaktifan pada 2022 lalu. Pengalaman pahit tersebut, menurutnya, wajib dijadikan pelajaran emas agar tidak terulang di kepengurusan baru.
“Gus Kikin harus berani melakukan reformasi. Jangan sampai orang-orang yang selama ini menjadi sumber konflik justru kembali mendapatkan ruang strategis. Yang harus dibuang adalah kultur konfliknya, praktik transaksionalnya, dan orang-orang yang terbukti menjadi aktor konflik,” tegas Gus Lilur, Jumat (11/9/2026).
Tak hanya itu, Gus Lilur juga memperingatkan PBNU agar bersikap ekstra hati-hati terhadap figur-figur yang saat ini tengah terseret dalam pusaran kasus hukum. Ia menegaskan, sebagai garda moral umat, PBNU harus memegang standar etik yang jauh lebih tinggi ketimbang sekadar lolos dari jerat legal formal.
“Ini bukan soal menyatakan seseorang bersalah sebelum ada putusan hukum. Tetapi PBNU tidak boleh dijadikan tempat berlindung dari persoalan hukum. Jika ada figur yang sedang menghadapi dugaan persoalan hukum, organisasi sebaiknya menjaga jarak sampai ada kejelasan,” imbuhnya.
Di tangan Gus Kikin, peluang untuk menyudahi faksionalisme dan membangun profesionalisme lembaga dinilai sangat terbuka lebar. Gus Lilur berharap nahkoda baru ini mampu merangkul seluruh elemen warga nahdliyin tanpa ada beban masa lalu.
“Gus Kikin jangan menjadi penerus konflik. Jadilah pemutus mata rantai konflik agar PBNU kembali menjadi rumah bersama yang teduh,” pungkasnya. (Bowo/Mun)
-
JABODETABEK12/09/2026 06:30 WIBSIM Keliling Jakarta Buka 5 Lokasi Sabtu Ini
-
NUSANTARA12/09/2026 07:30 WIB352 Siswa Lombok Tengah Diduga Keracunan MBG
-
OASE12/09/2026 05:00 WIBIni Pesan Keras Ali bin Abi Thalib Sebelum Meninggal Dunia
-
JABODETABEK12/09/2026 05:30 WIBCuaca Jakarta Sabtu Ini Bikin Warga Harus Siap Hadapi Panas
-
POLITIK12/09/2026 11:00 WIBAHY Diprediksi Berebut Kursi Cawapres dengan Gibran
-
NASIONAL12/09/2026 06:00 WIBPolisi Tegaskan Rompi Pelampung Bukan dari Kapal Jurnalis
-
DUNIA12/09/2026 08:00 WIBBiksu Terkenal Thailand Ditangkap Bersama Seorang Perempuan
-
EKBIS12/09/2026 10:30 WIBHarga BBM Pertamina Resmi Naik Hari Ini

















