NUSANTARA
MBG Berujung Petaka? Korban Keracunan di Bogor Naik Drastis Jadi 210 Orang dari 8 Sekolah
AKTUALITAS.ID – Kasus keracunan yang diduga disebabkan oleh Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bogor semakin meluas, dengan jumlah korban kini mencapai 210 orang. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, mengungkapkan per 9 Mei 2025, korban yang terpapar telah berasal dari delapan sekolah yang berbeda.
Dari 210 korban, 34 di antaranya masih dirawat intensif di rumah sakit, sementara 47 orang lainnya mendapat perawatan jalan, dan 129 orang mengalami keluhan ringan. Semua korban ini mengonsumsi MBG dari satu Satuan Pengelola Program Gizi (SPPG) yang sama.
Dinas Kesehatan Kota Bogor telah melakukan investigasi epidemiologis untuk menemukan sumber keracunan tersebut, dan sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan masih dalam tahap pengujian mikrobiologi di Labkesda Kota Bogor.
Pihak Badan Gizi Nasional turut terlibat dalam penyelidikan ini, dengan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mengonfirmasi mereka tengah menunggu hasil uji sampel yang lebih mendalam untuk mengungkap penyebab pasti keracunan yang menyerang siswa-siswa dari berbagai jenjang pendidikan ini.
Kasus ini memicu kekhawatiran terkait keamanan program MBG yang bertujuan menyediakan makanan bergizi untuk anak-anak, dan menjadi perhatian serius bagi pihak terkait agar insiden serupa tidak terulang lagi. (Yan Kusuma/Mun)
-
RAGAM14/09/2026 22:00 WIB10 Tanda Diabetes Bisa Muncul di Kulit
-
RIAU14/09/2026 16:22 WIBPolresta Pekanbaru Musnahkan 1.473 Butir Ekstasi, Sabu dan Cartridge Etomidate
-
POLITIK14/09/2026 17:00 WIBPDIP Pecat Kader Usai Temui Jokowi
-
NASIONAL14/09/2026 19:00 WIBDPR Minta Sanksi Keras bagi Operator Kapal yang Membandel
-
EKBIS14/09/2026 11:45 WIBPemerintah Ketok Palu Tarif Listrik PLN 14–20 September 2026
-
DUNIA14/09/2026 12:00 WIBRahasia Perselingkuhan Netanyahu Dibuka Lagi
-
EKBIS14/09/2026 13:00 WIBAmran Klaim Dapat Restu Prabowo Bongkar Mafia Beras
-
NASIONAL14/09/2026 16:00 WIBDPR Minta Audit Besar-Besaran Kapal Penumpang dan Kargo

















