NUSANTARA
MBG Berujung Petaka? Korban Keracunan di Bogor Naik Drastis Jadi 210 Orang dari 8 Sekolah
AKTUALITAS.ID – Kasus keracunan yang diduga disebabkan oleh Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bogor semakin meluas, dengan jumlah korban kini mencapai 210 orang. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, mengungkapkan per 9 Mei 2025, korban yang terpapar telah berasal dari delapan sekolah yang berbeda.
Dari 210 korban, 34 di antaranya masih dirawat intensif di rumah sakit, sementara 47 orang lainnya mendapat perawatan jalan, dan 129 orang mengalami keluhan ringan. Semua korban ini mengonsumsi MBG dari satu Satuan Pengelola Program Gizi (SPPG) yang sama.
Dinas Kesehatan Kota Bogor telah melakukan investigasi epidemiologis untuk menemukan sumber keracunan tersebut, dan sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan masih dalam tahap pengujian mikrobiologi di Labkesda Kota Bogor.
Pihak Badan Gizi Nasional turut terlibat dalam penyelidikan ini, dengan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mengonfirmasi mereka tengah menunggu hasil uji sampel yang lebih mendalam untuk mengungkap penyebab pasti keracunan yang menyerang siswa-siswa dari berbagai jenjang pendidikan ini.
Kasus ini memicu kekhawatiran terkait keamanan program MBG yang bertujuan menyediakan makanan bergizi untuk anak-anak, dan menjadi perhatian serius bagi pihak terkait agar insiden serupa tidak terulang lagi. (Yan Kusuma/Mun)
-
EKBIS30/10/2026 09:30 WIBIHSG Terjun Bebas Hingga Sentuh Level 4.979
-
POLITIK30/10/2026 10:00 WIBPKB Minta Pansel KPU-Bawaslu Tunggu RUU Pemilu Rampung
-
JABODETABEK30/10/2026 11:30 WIBLe Minerale Bantah Danai Aksi Demo di Bundaran HI
-
EKBIS30/10/2026 10:00 WIBGeopolitik Global Memanas, Pertamina Perkuat Pasokan Minyak Mentah dan BBM
-
NUSANTARA30/10/2026 13:30 WIBBMKG Pastikan Musim Hujan 2026 Mundur & Durasinya Disunat
-
POLITIK30/10/2026 07:00 WIBDKPP Belum Jadwalkan Sidang Aduan KPU soal Gibran
-
POLITIK30/10/2026 13:00 WIBJokowi Tak Mau Berspekulasi soal Gibran
-
JABODETABEK30/10/2026 05:30 WIBBMKG: Hujan Lebat Mengintai Jabodetabek
















