NUSANTARA
Puluhan Siswa SD di Cianjur Diduga Keracunan Usai Santap Makanan Bergizi Gratis
AKTUALITAS.ID – Kasus dugaan keracunan makanan dialami puluhan siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Hingga kini, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam penyelidikan dan belum dapat dipastikan apakah berasal dari menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) atau faktor lainnya.
Peristiwa dugaan keracunan itu terjadi pada Senin (26/1/2026) sore hingga malam. Para pelajar mulai mengeluhkan kondisi tubuh yang tidak normal beberapa jam setelah mengikuti aktivitas belajar di sekolah.
Kapolsek Kadupandak, Ajun Komisaris Polisi Deden Hermansyah, mengatakan pihaknya menerima laporan adanya puluhan siswa SD yang mengalami gejala mirip keracunan makanan.
“Kami menerima laporan adanya puluhan siswa SD yang diduga mengalami keracunan. Gejalanya berupa mual, muntah, pusing, demam, hingga diare,” ujar Deden kepada wartawan, Selasa (27/1/2026).
Berdasarkan hasil pendataan sementara, sedikitnya 33 siswa tercatat mengalami gangguan kesehatan. Dugaan awal, para siswa tersebut mengonsumsi makanan dari program MBG yang dibagikan di sekolah pada pagi hari. Namun, saat makanan tersebut disantap, tidak langsung menimbulkan gejala.
“Pada pagi hari tidak ada keluhan. Namun siangnya beberapa siswa mulai merasa mual dan muntah-muntah secara bertahap, sehingga harus mendapatkan perawatan medis,” jelas Deden.
Meski demikian, pihak kepolisian belum dapat memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
“Untuk penyebabnya belum bisa kita simpulkan. Masih dalam proses pendalaman,” tegasnya.
Seluruh siswa yang mengalami gejala langsung ditangani di fasilitas kesehatan. Dari total 33 siswa, 17 orang dirawat di puskesmas terdekat, sementara 12 siswa dirujuk ke RSUD Pagelaran karena membutuhkan penanganan lebih intensif. Adapun empat siswa lainnya telah diperbolehkan pulang setelah kondisi kesehatannya membaik.
Sementara itu, Kepala Sekolah setempat membenarkan adanya puluhan siswa yang mengalami gangguan kesehatan dan telah dibawa ke fasilitas medis.
“Benar, sekitar 30 siswa di sekolah kami mengalami gejala yang sama dan sudah mendapatkan penanganan kesehatan. Namun kami belum bisa memastikan penyebab pastinya, apakah dari makanan MBG atau faktor lain,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media.
Karena jumlah siswa yang mengalami gejala cukup banyak, pihak sekolah bersama aparat setempat segera membawa para siswa ke puskesmas di Kecamatan Kadupandak.
“Sebanyak 12 siswa dengan kondisi cukup parah kemudian dirujuk ke RSUD Pagelaran,” pungkas Kapolsek Deden.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab dugaan keracunan tersebut serta memastikan kondisi seluruh siswa terus membaik. (Kusuma/Mun)
-
NUSANTARA29/07/2026 17:31 WIBKuasa Hukum Budiono Tanbun Klaim Dakwaan Kasus Korupsi Tambang Kukar Kedaluwarsa
-
EKBIS29/07/2026 18:00 WIBKejar Swasembada Gula, Mentan Amran Perkuat Produksi Tebu Nasional
-
NASIONAL29/07/2026 19:30 WIBMAKI Minta Kejagung Telusuri Aset Febrie Adriansyah hingga Tuntas
-
POLITIK29/07/2026 19:00 WIBRespons Kabinet Bayangan, Gibran Janji Pemerintah Lebih Banyak Mendengar
-
NASIONAL29/07/2026 20:00 WIBProfil Anom Widiyantoro, Bupati Pemalang yang Diamankan KPK
-
EKBIS29/07/2026 20:30 WIBElnusa Petrofin Gelar Pena Petrofin Awards 2026, Apresiasi Karya Jurnalistik Sektor Energi
-
NASIONAL29/07/2026 22:00 WIBKomisi X Tegaskan URI Bukan Bagian dari RUU Sisdiknas
-
NUSANTARA30/07/2026 07:30 WIBKonflik Arisan Online Diduga Berujung Penculikan Balita di Makassar

















