NUSANTARA
TNI AL Berhasil Gagalkan Dua Kapal Pengangkut Logam Tanah Jarang Ilegal di Batam
AKTUALITAS.ID – TNI Angkatan Laut menggagalkan upaya penyelundupan logam tanah jarang dan material yang mengandung unsur radioaktif di perairan Batam, Kepulauan Riau, pada (16/5/2026). Operasi yang dilakukan KRI Kujang 642 di bawah Gugus Keamanan Laut Komando Armada I itu berawal dari deteksi terhadap dua kapal yang dicurigai membawa muatan terlarang untuk diekspor ke luar negeri.
Dua kapal yang diperiksa adalah TB Capricorn 106 dan TK Capricorn 92.210. Setelah dilakukan pemeriksaan di laut, petugas menemukan muatan yang masuk kategori mineral strategis dan dilarang untuk diekspor sesuai ketentuan yang berlaku di Indonesia.
TNI AL dalam keterangan resminya menyebut hasil pemeriksaan mengungkap kandungan logam tanah jarang atau rare earth elements serta unsur radioaktif yang memiliki tingkat pengawasan tinggi.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan muatan tersebut mengandung logam tanah jarang (LTJ) serta unsur radioaktif berbahaya lainnya,” demikian keterangan TNI AL.
Pengungkapan kasus ini menjadi perhatian karena logam tanah jarang merupakan komoditas bernilai tinggi yang banyak digunakan untuk industri teknologi, energi terbarukan, kendaraan listrik, hingga kebutuhan pertahanan. Pemerintah selama ini membatasi ekspor bahan mentah mineral strategis guna menjaga nilai tambah di dalam negeri.
Operasi penindakan dilakukan berdasarkan kewenangan yang dimiliki TNI AL sesuai United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982 serta Undang Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia.
TNI AL menegaskan tindakan tersebut merupakan bagian dari tugas menjaga keamanan laut dan melindungi sumber daya nasional dari praktik perdagangan ilegal.
“Angkatan Laut bertugas menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah laut sesuai dengan ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah disahkan,” tulis TNI AL.
Seluruh muatan yang ditemukan telah diamankan sebagai barang bukti. Kasus tersebut kemudian diserahkan kepada aparat penegak hukum terkait untuk penyelidikan lebih lanjut mengenai asal barang, tujuan pengiriman, serta pihak yang diduga terlibat dalam jaringan penyelundupan.
TNI AL menilai keberhasilan operasi tersebut tidak terlepas dari kemampuan intelijen dan koordinasi antarlembaga.
“Kesiapsiagaan serta ketajaman intelijen prajurit di lapangan, serta sinergitas yang sangat baik antara instansi pemerintah menjadi faktor penting dalam pengungkapan kasus ini,” demikian pernyataan TNI AL. (Ari)
-
NASIONAL10/06/2026 17:38 WIB5 Pegawai BPK Terjaring OTT KPK
-
NASIONAL10/06/2026 16:30 WIBLuhut: Bansos akan Diubah Jadi Transfer Tunai Langsung Rp5,4 Juta per Penerima
-
POLITIK10/06/2026 17:30 WIBPilpres 2029 Diprediksi Head to Head Prabowo versus Anies
-
NASIONAL10/06/2026 20:00 WIBDPR Minta Rekrutmen Manajer Koperasi Merah Putih Dilakukan Ketat
-
NASIONAL10/06/2026 18:29 WIBEks Wakil Kepala BGN Sebut 26 Nama Diduga Terlibat Korupsi Program MBG
-
JABODETABEK10/06/2026 20:30 WIBTarif Transjabodetabek Bakal Naik, Pramono Anung: Pasti Tetap Disubsidi Pemprov DKI
-
NASIONAL10/06/2026 20:47 WIBKLH Gelar Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dan Envirotech di JICC
-
JABODETABEK10/06/2026 23:00 WIBMantan Karyawan Gugat PT PetroChina International Jabung ke PHI
















