Connect with us

NUSANTARA

Bus Jemaat Gereja Terguling di Batam

Aktualitas.id -

Ilustrasi bus terguling, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Perjalanan puluhan jemaat gereja menuju kegiatan ibadah di kawasan wisata Pantai Melur, Barelang, Batam, berubah menjadi tragedi. Bus yang mereka tumpangi diduga mengalami rem blong saat melintasi jalan menurun dan menikung hingga akhirnya terguling, Sabtu (20/6/2026).

Kecelakaan tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia, sementara puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka, mulai dari luka ringan hingga luka berat. Suasana di lokasi seketika berubah panik ketika bus terguling dan sejumlah penumpang terjebak di dalam badan kendaraan.

Warga yang berada di sekitar lokasi bersama petugas langsung berupaya melakukan evakuasi. Proses penyelamatan berlangsung dramatis karena beberapa korban mengalami luka serius dan harus segera dikeluarkan dari dalam bus sebelum dilarikan ke rumah sakit.

BACA JUGA  Proyek Rempang Eco City Wujud Nyata Pemerintah Manfaatkan SDA Melalui Hilirisasi

Korban yang meninggal dunia sempat mendapat penanganan medis setelah dievakuasi dari lokasi kejadian. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan akibat luka serius yang diderita setelah terjepit di dalam bus.

Sementara itu, korban lainnya kini menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Batam, di antaranya RSUD Embung Fatimah, RS Graha Hermine, RS Bunda Halimah, dan RS Awal Bros.

Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo, mengatakan hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan rem blong sebagai penyebab kecelakaan.

“Bus ini diperkirakan mengangkut 30 hingga 40 penumpang jemaat gereja. Para penumpang dikabarkan satu orang meninggal saat menuju rumah sakit, sementara puluhan korban sudah dilarikan ke berbagai rumah sakit. Dari keterangan saksi, mobil mengalami rem blong saat menurun ke arah pantai dan akhirnya terguling,” ujar Afiditya.

BACA JUGA  Cegah TPPO, Polda Kepri Bersinergi Dengan Ditjen KONTRA

Menurut polisi, bus kehilangan kendali ketika melintasi jalan menurun menuju Pantai Melur. Dugaan awal mengarah pada kegagalan sistem pengereman, namun penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

Hingga kini, petugas masih melakukan pendataan seluruh korban serta memeriksa kondisi kendaraan. Sementara sopir bus juga masih menjalani perawatan intensif akibat mengalami luka cukup serius, sehingga belum dapat dimintai keterangan secara lengkap.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya memastikan kelayakan kendaraan, terutama sistem pengereman, sebelum digunakan mengangkut rombongan dalam perjalanan melewati jalur menurun dan berkelok seperti kawasan wisata Barelang. (Irawan/Mun)

TRENDING