Connect with us

NUSANTARA

Lautan Api Melahap Bukit Sempana

Aktualitas.id -

Ilustrasi karhutla, foto: akutalitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menghantam kawasan wisata alam di Nusa Tenggara Barat. Kali ini, hamparan Padang Savana Bukit Sempana di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, menjadi korban amukan api yang menghanguskan ratusan hektare lahan.

Sedikitnya 282 hektare kawasan savana dilaporkan ludes terbakar. Kobaran api melahap bentangan padang rumput dari pegunungan bagian utara hingga lereng selatan bukit, meninggalkan hamparan hitam bekas kebakaran yang mengubah wajah salah satu destinasi alam favorit di kawasan Sembalun.

Besarnya kebakaran memaksa tim gabungan bekerja tanpa henti selama dua hari satu malam. Petugas berjibaku melawan api di medan perbukitan yang sulit dijangkau demi mencegah kebakaran menjalar ke kawasan lain yang lebih luas.

Tim gabungan yang terdiri dari Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah II NTB, Tim RTH Sambelia, TNI, Polri, hingga Tim Manggala Agni Wilayah III Mataram diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan pengendalian titik api.

Pengelola wisata Bukit Sempana, Sifawarman, mengatakan seluruh unsur terlibat bekerja maksimal sejak api pertama kali terdeteksi.

“Baik dari pengelola maupun tim gabungan, dari Polhut, TNI, kepolisian, termasuk tim pemadam, sudah bekerja selama dua hari satu malam untuk pemadaman api,” ujarnya.

Meski api utama berhasil dipadamkan, kewaspadaan belum diturunkan. Petugas masih melakukan patroli dan pemantauan intensif untuk memastikan tidak muncul titik api baru yang dapat memicu kebakaran susulan.

Cuaca panas, vegetasi yang mengering, dan embusan angin di kawasan perbukitan menjadi ancaman serius yang dapat membuat api kembali menyala sewaktu-waktu.

“Untuk sementara apinya sudah mati semua dan tidak merembet ke tempat lain,” kata Sifawarman.

Dampak kebakaran tidak hanya menghancurkan kawasan savana utama, tetapi juga menjalar ke sejumlah area di sekitar jalur wisata yang selama ini menjadi daya tarik para pendaki dan wisatawan.

Sebagai langkah antisipasi, pengelola bersama pihak terkait memutuskan menutup seluruh aktivitas pendakian menuju Bukit Sempana selama dua pekan ke depan. Keputusan tersebut diambil demi keselamatan pengunjung sekaligus memberikan waktu untuk proses evaluasi dan pemulihan kawasan.

Selama masa penutupan, tim akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jalur pendakian, potensi bahaya pascakebakaran, serta upaya rehabilitasi area yang terdampak.

Peristiwa ini kembali menjadi alarm keras mengenai tingginya risiko karhutla saat musim kemarau mulai menguat di kawasan NTB. Vegetasi kering yang mudah terbakar, medan yang sulit dijangkau, dan cuaca ekstrem menjadi kombinasi yang memperbesar ancaman kebakaran.

Masyarakat dan wisatawan diimbau tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api di kawasan hutan maupun savana, termasuk membuang puntung rokok sembarangan atau menyalakan api terbuka.

Kini, kawasan Bukit Sempana yang biasanya dipenuhi hamparan hijau dan menjadi magnet wisata alam harus menjalani masa pemulihan. Semua pihak berharap kawasan tersebut dapat segera pulih dan kembali menyambut wisatawan dalam kondisi aman. (Kusuma/Mun)

TRENDING

Exit mobile version