NUSANTARA
Pemuda Tega Banting dan Bacok Kepala Ibu Kandung Hingga Kritis
AKTUALITAS.ID – Warga Kampung Kancah Nangkub, Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, digegerkan oleh aksi kekerasan dalam keluarga setelah seorang pemuda berinisial IR diduga menyerang ibu kandungnya menggunakan pisau dapur. Akibat peristiwa itu, korban mengalami luka di bagian kepala dan harus menjalani 18 jahitan.
Insiden terjadi pada Kamis (23/7/2026) dan sempat membuat warga sekitar panik. Setelah kejadian, pelaku melarikan diri dan bersembunyi di sekitar kawasan permukiman sehingga memicu pencarian oleh aparat bersama warga.
Camat Nagrak Adang Sutianda mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, pelaku diduga mengalami kekambuhan kondisi kejiwaan.
“Kondisi pelaku kambuh. Kemungkinan karena pihak keluarganya lambat memberikan obat, sehingga penyakitnya kumat lagi,” ujar Adang, Jumat (24/7/2026).
Korban segera dievakuasi ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis. Setelah menjalani perawatan, kondisinya dilaporkan stabil dan kini menjalani rawat jalan di rumah.
Sementara itu, pelarian pelaku tidak berlangsung lama. Tim gabungan bersama masyarakat akhirnya berhasil menemukan IR dan mengevakuasinya tanpa perlawanan.
“Setelah membacok, pelaku sempat kabur dan menghilang. Itu yang membuat kami khawatir. Namun alhamdulillah, pelaku berhasil ditemukan dan dievakuasi tanpa ada perlawanan,” kata Adang.
Pasca-kejadian, unsur Muspika Nagrak, Polsek, Pemerintah Desa Nagrak Utara, serta keluarga pelaku menggelar musyawarah untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Menurut Adang, keluarga sempat menolak rencana membawa pelaku ke Rumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi (RSMM) Bogor. Namun setelah mendapat penjelasan mengenai pentingnya penanganan medis, keluarga akhirnya memberikan persetujuan.
“Pihak keluarga awalnya menolak dibawanya pelaku ke RSMM Bogor. Tapi setelah bermusyawarah, alhamdulillah keluarga menyetujui,” jelasnya.
Pelaku kemudian diberangkatkan ke RSMM Bogor pada Kamis malam dengan pengawalan petugas dan didampingi pihak keluarga.
Pemerintah Kecamatan Nagrak menilai langkah tersebut diperlukan untuk memastikan pelaku memperoleh penanganan medis yang sesuai sekaligus menjaga keselamatan masyarakat.
“Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan akan membahayakan keselamatan orang lain,” tegas Adang.
Hingga kini, aparat bersama pemerintah setempat terus berkoordinasi dengan keluarga untuk memastikan proses penanganan pelaku berjalan sesuai prosedur, sementara kondisi korban dilaporkan terus membaik. (Kusuma/Mun)
-
NASIONAL24/07/2026 17:00 WIBKPK Periksa Pejabat Kemenhut, Telusuri Pertemuan Bupati Kuansing dengan Raja Juli
-
POLITIK24/07/2026 14:00 WIBPAN Minta RUU Pemilu Tak Jadi Alat Politik
-
NASIONAL24/07/2026 23:59 WIBMensos Saifullah Yusuf Tindak Lanjuti Temuan ICW soal Pengadaan Sekolah Rakyat
-
POLITIK24/07/2026 16:00 WIBPrabowo Tegaskan Indonesia Nonblok dan Konsisten Dukung Kemerdekaan Palestina
-
RIAU24/07/2026 17:23 WIBKapolda Riau Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Pelaku Kejahatan Lingkungan
-
NUSANTARA24/07/2026 13:30 WIBTiga Kakak Beradik Tewas Terjebak Saat Rumah Panggung Dilalap Api
-
NASIONAL24/07/2026 19:30 WIBRieke Soroti Komunitas Lari WNA di Bali, Ingatkan Soal Ruang Publik dan Hukum
-
NUSANTARA24/07/2026 12:30 WIBAyah-Anak Kompak Curi Motor Demi Judol

















