OLAHRAGA
Serbia Pastikan Tiket 16 Besar Usai Libas Kanada di Kejuaraan Dunia Voli U-21 Putri
AKTUALITAS.ID – Tim nasional bola voli putri U-21 Serbia memastikan langkah ke babak 16 besar Kejuaraan Dunia Bola Voli U-21 Putri 2025 setelah menundukkan Kanada dengan skor 3-1 (25-22, 25-22, 19-25, 25-17) pada laga kelima Pool A di Jawa Pos Arena, Surabaya, Selasa (12/8/2025).
Kemenangan ini menempatkan Serbia di posisi ketiga klasemen sementara dengan delapan poin. Secara matematis, mereka tak lagi terkejar oleh Indonesia dan Puerto Rico di posisi empat dan lima, sehingga dipastikan lolos bersama Argentina dan Vietnam.
Sejak set pertama, Serbia tampil agresif dan langsung memimpin 5-0. Kanada sempat menyamakan kedudukan, namun Serbia berhasil menutup set dengan skor 25-22.
Set kedua berlangsung ketat. Variasi serangan Kanada beberapa kali membuat Serbia kewalahan, namun kesalahan-kesalahan lawan dimanfaatkan dengan baik hingga Serbia kembali menang 25-22.
Memasuki set ketiga, giliran Kanada yang mendominasi lewat serangan cepat dan mencatat lima poin beruntun untuk unggul jauh. Serbia tak mampu mengejar, dan Kanada memperkecil kedudukan dengan kemenangan 25-19.
Pada set keempat, Serbia meningkatkan tempo permainan. Sementara itu, kesalahan penerimaan bola dari Kanada membuat Serbia nyaman memimpin hingga 14-9. Tanpa terburu-buru, Serbia mengunci laga dengan kemenangan 25-17 dan memastikan tiket ke babak 16 besar. (YAN KUSUMA/DIN)
-
NASIONAL31/07/2026 09:00 WIBEddy Soeparno Dorong Ketahanan Energi Nasional
-
JABODETABEK31/07/2026 08:30 WIBPengendara Vario Tewas Usai Tabrakan Adu Banteng
-
JABODETABEK31/07/2026 05:30 WIBBMKG Prediksi Suhu Jakarta Tembus 34 Derajat
-
POLITIK31/07/2026 10:00 WIBPegiat Pemilu: DKPP Naik Kelas Demi Jaga Integritas Pemilu
-
POLITIK31/07/2026 06:00 WIBPengamat Minta Publik Tak Terlalu Reaktif Survei Dedi Salip Prabowo
-
DUNIA31/07/2026 09:30 WIBIHSG Dibuka Hijau Investor Mulai Borong
-
OASE31/07/2026 05:00 WIBAl-Qur’an Ungkap Perjanjian Manusia Sebelum Dilahirkan
-
NASIONAL31/07/2026 11:00 WIBKemenhan Bantah Isu Peserta Diklat Digaji Rp 10 Juta

















