POLITIK
Bawaslu Ingatkan Daerah Hati-Hati Buat Keputusan Jelang Pilkada 2024
AKTUALITAS.ID – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Rahmat Bagja, meminta jajarannya di daerah untuk bersikap cermat dan hati-hati dalam mengambil keputusan selama tahapan Pilkada Serentak 2024. Hal ini, menurutnya, sangat penting agar tidak terjadi kesalahan yang berujung pada gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
“Jika terkait sanksi pembatalan, harap teman-teman sangat detail dan hati-hati dalam menentukan pasal, tindak lanjut, dan lainnya,” kata Bagja di Jakarta, Sabtu (16/11/2024).
Bagja menegaskan, keputusan yang tidak berdasarkan bukti kuat dapat merugikan Bawaslu saat diuji di pengadilan. Oleh karena itu, ia mengingatkan penyelenggara pemilu untuk memastikan struktur dan pola hubungan di internal lembaga berjalan baik.
“Bawaslu dan KPU adalah lembaga vertikal. Keputusan penting, seperti pembatalan atau yang berkaitan dengan hak pilih, harus disampaikan kepada kami di tingkat pusat. Jangan sampai ada hal yang tidak kami ketahui,” ujarnya.
Selain itu, Bagja juga menekankan pentingnya koordinasi antara Bawaslu dan KPU. Ia berharap agar rekomendasi dari Bawaslu dapat ditindaklanjuti dengan diskusi bersama untuk mencegah potensi masalah di kemudian hari.
Pilkada Serentak 2024 yang melibatkan banyak daerah membutuhkan pengawasan ketat dan kolaborasi antarlembaga agar proses demokrasi berjalan lancar dan transparan. (Enal Kaisar)
-
FOTO19/09/2026 16:49 WIB
KWP Gelar Doa Bersama untuk Jurnalis Hilang Kontak
-
JABODETABEK19/09/2026 06:30 WIBSIM Keliling Sabtu Hadir di 5 Titik Jakarta
-
JABODETABEK19/09/2026 05:30 WIBBMKG: Hujan Ringan Berpotensi Turun di Jakarta Sabtu
-
NUSANTARA19/09/2026 08:30 WIBDua Mahasiswi Jadi Korban Tabrak Lari di Toba
-
DUNIA19/09/2026 08:00 WIBIsrael Siapkan Operasi Darat Baru di Gaza
-
NASIONAL19/09/2026 06:00 WIBDoa Menggema di DPR untuk 5 Jurnalis dan 3 Kru Hilang
-
POLITIK19/09/2026 09:30 WIBJeirry Sumampow: Rekrutmen KPU-Bawaslu Jadi Titik Rawan Demokrasi
-
NASIONAL19/09/2026 13:00 WIBMusa Rajekshah: Sekolah Rakyat Jangan Cuma Jadi Proyek