POLITIK
Sinyal Kuat untuk Mardiono di Muktamar PPP, Pesaing Lain Diwanti-wanti
AKTUALITAS.ID – Sinyal Muhamad Mardiono untuk kembali memimpin Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2025-2030 semakin menguat menjelang Muktamar X akhir September ini. Dukungan dari sejumlah Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) menjadi modal besar bagi sang petahana.
Juru Bicara DPP PPP, Usman Tokan, pada Jumat (5/9/2025), menyebut dukungan itu lahir dari hubungan baik Mardiono dengan kader di daerah. Namun, ia juga memberikan peringatan kepada para figur lain yang ingin maju dalam bursa calon ketua umum.
Tokan menyarankan agar para penantang memaksimalkan sosialisasi program dan gagasan mereka kepada para muktamirin. Menurutnya, dukungan tidak bisa diraih secara instan hanya melalui deklarasi sesaat sebelum pemilihan.
“Sangat mustahil kalau hanya dengan deklarasi atau tiba-tiba mendaftarkan diri saat Muktamar nanti bisa merebut hati muktamirin,” kata Tokan, menggarisbawahi pentingnya kerja politik jangka panjang.
Sementara itu, Muhamad Mardiono menyambut dinamika ini dengan tenang. Ia menyerahkan nasibnya kepada 1.240 pemilik suara di Muktamar. Sembari mengaku nothing to lose, ia menyatakan siap jika diberi amanah untuk melanjutkan kepemimpinannya.
“Jika itu keinginan muktamirin, ya saya bismillah,” ujar Mardiono, seraya menegaskan bahwa jabatan baginya adalah sebuah pengabdian. (Mun)
-
DUNIA03/11/2026 18:00 WIBBayi 2 Bulan Tewas dalam Ledakan Bom Truk Kolombia
-
POLITIK03/11/2026 20:00 WIB4 RUU Prioritas DPR Masa Persidangan II 2026, Ada RUU Perampasan Aset
-
POLITIK03/11/2026 19:00 WIBPemuda LIRA Desak DPR Segera Proses Pemakzulan Gibran
-
JABODETABEK04/11/2026 05:30 WIBBMKG: Sebagian Besar Jakarta Berpotensi Hujan Ringan Rabu
-
POLITIK03/11/2026 17:00 WIBTanpa Ampun! Gerindra Pecat Kader Pesta Narkoba
-
NASIONAL04/11/2026 05:00 WIBIJTI Usulkan Udin Bernas Jadi Pahlawan Nasional, Mensos Siapkan Proses Pengusulan
-
EKBIS03/11/2026 23:00 WIBSeharian Ngaspal, Ojol Cuma Bawa Pulang Rp60 Ribu
-
EKBIS04/11/2026 10:30 WIBRupiah Perkasa Lawan Dolar AS Jelang Pemilu Amerika