POLITIK
Jokowi Tak Mau Berspekulasi soal Gibran
AKTUALITAS.ID – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mendadak jadi sorotan usai melontarkan serangkaian pernyataan tajam terkait konstelasi politik nasional dan proses hukum yang menyeret namanya. Bertempat di kediamannya di Sumber, Solo, Kamis (29/10/2026), Jokowi tak gentar menanggapi rencana Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang siap memboyongnya ke ruang sidang kasus tuduhan ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo dan dr. Tifauzia Tyassuma.
Dengan nada dingin dan santai, mantan Wali Kota Solo itu menegaskan tak akan lari dari proses hukum.
“Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya insyaallah saya akan hadir,” tegas Jokowi.
Meski rumor beredar pemanggilannya dijadwalkan pada 5 November mendatang, Jokowi mengaku belum memegang surat resmi. Namun, ia memastikan siap membongkar fakta dan menjawab seluruh cecaran pertanyaan dari majelis hakim hingga tim kuasa hukum lawan.
Isu panas tak berhenti di meja hijau. Jokowi juga angkat bicara soal peta politik terbaru yang memperlihatkan elektabilitas putranya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sukses melibas angka politisi senior Mahfud MD dalam simulasi Pilpres.
Bukannya jumawa, Jokowi justru memberikan respons menohok agar publik tidak tertipu oleh angka sementara. Ia mewanti-wanti bahwa dinamika politik sangat liar dan mudah berubah.
“Survei-survei itu kan potret pendapat masyarakat pada saat tertentu. Jadi jangan buru-buru menyimpulkan, karena setiap saat itu bisa berbeda-beda,” sentilnya. Jokowi memilih main aman dan enggan berspekulasi mengenai faktor utama yang mendongkrak popularitas anaknya.
Menutup keterangannya, Jokowi turut melempar cermin evaluasi untuk dua tahun jalannya pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Meski mengklaim pemerintah sudah memeras keringat untuk rakyat, ia menegaskan keberhasilan rejim tidak diukur dari klaim sepihak, melainkan dari rasa puas masyarakat di lapangan.
“Apapun juga yang merasakan adalah masyarakat. Apakah mereka merasakan manfaatnya dari program-program yang ada, atau masih kurang, ya berarti perlu dievaluasi,” pungkasnya menohok. (Bowo/Mun)
-
NASIONAL30/10/2026 04:09 WIBDari Kwitang, SDI Himpun Tokoh Penting Demi Indonesia Emas
-
EKBIS30/10/2026 09:30 WIBIHSG Terjun Bebas Hingga Sentuh Level 4.979
-
NUSANTARA29/10/2026 22:00 WIBBNPB: Kalbar 391 Ha, Kalsel 35 Ha Masih Terbakar
-
POLITIK30/10/2026 10:00 WIBPKB Minta Pansel KPU-Bawaslu Tunggu RUU Pemilu Rampung
-
RIAU30/10/2026 04:30 WIBSapu Bersih Narkoba, Petinggi Polres Bengkalis Jalani Tes Urine Mendadak
-
RIAU30/10/2026 03:30 WIBLolos Paripurna, Nasib Uang Rakyat Bengkalis 2027 Kini di Tangan Banggar
-
DUNIA29/10/2026 21:00 WIBGertak AS! Mojtaba Khamenei Beberkan Syarat Perang Berakhir
-
JABODETABEK29/10/2026 20:00 WIBDelapan Orang Diamankan dalam Operasi Narkoba di Kampung Berlan
















