RAGAM
Tabrakan Dahsyat di Luar Angkasa Jadi Fakta Kiamat Menurut NASA
AKTUALITAS.ID – Teleskop Luar Angkasa James Webb milik NASA baru-baru ini memberikan pengamatan dramatis tentang akhir hayat sebuah planet. Berbeda dengan teori astronom sebelumnya yang menyebut bintang raksasa merah sebagai penyebab kehancuran planet, temuan terbaru ini menunjukkan bahwa planet itu sendirilah yang menabrak bintang pusat tata suryanya.
Peristiwa kosmik dahsyat ini terjadi sekitar 12 ribu tahun cahaya dari Bumi, di konstelasi Aquila. James Webb berhasil merekam tabrakan antara sebuah planet berukuran beberapa kali massa Jupiter dengan bintang induknya yang lebih kecil dan redup dari Matahari.
“Kita tahu ada sejumlah material dari bintang yang keluar saat planet hancur total. Bukti setelahnya adalah material sisa berdebu yang dikeluarkan dari bintang induknya,” jelas astronom Noirlab, Ryan Lau, seperti dikutip dari Reuters, Senin (14/3/2025).
Para peneliti menyimpulkan orbit planet terus memburuk akibat interaksi gravitasi dengan planet lain. Planet tersebut kemudian “menyerempet” atmosfer bintang, sebelum akhirnya tertarik dan hancur di dalamnya.
Tabrakan ini menghasilkan gas panas dan debu dingin yang membentuk cincin di sekitar bintang, sebuah pemandangan yang berhasil diabadikan oleh James Webb. Penemuan ini mengubah pemahaman kita tentang akhir kehidupan sebuah sistem keplanetan. (Mun)
-
FOTO27/05/2026 22:23 WIBFOTO: Ketum AHY Kurban Sapi Limosin untuk Masyarakat Indonesia
-
RAGAM28/05/2026 06:30 WIBCatat! Pemotongan Hewan Kurban Ada Batas Akhirnya
-
NASIONAL28/05/2026 06:00 WIBDPR Akui Putusan MK Perkuat Keterwakilan Perempuan
-
OASE28/05/2026 05:00 WIBAlam Nasroh Jadi Penenang di Tengah Kesulitan
-
POLITIK27/05/2026 17:00 WIBJokowi Gabung PSI, PDIP: Saat Presiden Saja Gagal Loloskan ke DPR, Apalagi Jadi Pembina
-
NASIONAL27/05/2026 21:00 WIBKakorlantas: Polantas Harus Rangkul Ojol, Bukan Sekadar Menilang
-
JABODETABEK28/05/2026 05:30 WIBBMKG: Jakarta Cerah di Hari Cuti Bersama
-
POLITIK27/05/2026 20:00 WIBPutusan MK soal Keterwakilan Perempuan Dinilai Perlu Dukungan Politik