RAGAM
Vaksinasi Campak Lindungi Anak Saat Libur Lebaran
AKTUALITAS.ID – Satu pasien campak bisa menulari belasan orang lainnya, terutama balita usia 9 bulan sampai 59 bulan. Dengan vaksinasi anak yang lengkap, setidaknya tidak akan terkena campak yang berat sampai komplikasi pneumonia hingga diare.
Direktur Rumah Vaksinasi Pusat dr. Elsa Hufaidah mengatakan fasilitas vaksin campak gratis menjelang libur Lebaran dan musim mudik mendapatkan respons baik dari warga setempat sebagai upaya untuk menghindari penyakit menular campak pada anak balita.
“Kan kita mau sebentar lagi hari raya, pasti orang pada mudik ya, dan akan bertemu banyak orang. Untuk penyakit-penyakit menular, ya seperti campak ini juga menjadi perhatian khusus ya, karena memang campak ini sangat menular,” kata Elsa di klinik Rumah Vaksin, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Elsa mengatakan mendekati hari raya dipastikan mobilitas akan tinggi dan anak balita akan bertemu banyak orang. Untuk mencegah penularan penyakit campak, Elsa mengimbau para orang tua untuk melengkapi vaksinasi campak dan vaksin lainnya yang dapat dikejar sebelum berangkat mudik.
Ia menjelaskan penyakit campak penularannya melalui udara dari percikan orang yang sakit.
“Campak ini bisa mengalami komplikasi yang serius, campak berat itu bisa komplikasinya pada radang paru atau pneumonia, kemudian radang otak, kemudian diare yang terus-menerus. Kalau campak sekadar demam ruam-ruam mungkin tidak terlalu berat, tetapi ketika ada komplikasi, kita akan sayang lihat anak yang sakit seperti itu,” katanya.
Anak yang tidak vaksin campak, saat tertular akan mengalami demam 2-4 hari, keluar ruam, batuk pilek sampai mata merah selama 4 hari, ruam menyebar dari wajah hingga seluruh tubuh dan baru hilang setelah 4 hari. Penularan bisa terjadi 2-10 hari sejak pertama anak berinteraksi dengan lingkungan.
Ia juga meyakinkan para orang tua untuk tidak ragu memvaksin anaknya hanya karena kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang sebenarnya lebih ringan daripada jika terkena penyakitnya.
KIPI setelah vaksinasi biasanya demam namun jarang terjadi dan muncul pada hari ke 5 setelah vaksin. Demam setelah vaksin dapat diantisipasi dengan obat penurun panas.
Ia mengingatkan semua anak berisiko campak, jika ditambah dengan gizi buruk, imunitas kurang dan tidak segera melengkapi vaksin maka penularan penyakit campak akan meningkatkan risiko semakin berat.
(Purnomo/goeh)
-
DUNIA27/04/2026 15:00 WIBIbu Hamil Kembar & Anak-Anaknya Tewas Dibom Israel
-
PAPUA TENGAH27/04/2026 16:30 WIBQuattrick Kompol Onisimus Benamkan Persemi All Star di Gold Store Arena
-
POLITIK27/04/2026 13:00 WIBAria Bima: RUU Pemilu Ditunda Demi Hindari Judicial Review
-
JABODETABEK27/04/2026 14:30 WIBPolisi Pastikan 2 Pelaku Penganiayaan TNI Ditangkap
-
NUSANTARA27/04/2026 12:30 WIBSok Jago Tarik Paksa Mobil, 4 Debt Collector Arogan di Riau Berakhir di Bui
-
DUNIA27/04/2026 12:00 WIBIran Lanjutkan Misi Damai Meski AS Tarik Diri
-
JABODETABEK27/04/2026 15:30 WIBAnggota KSPSI Bekasi Wafat Usai Disiram Air Keras
-
OTOTEK27/04/2026 13:30 WIBCara Praktis Bersihkan Jejak Digital di Browser

















